Minyak Untuk Senapan Angin

Minyak Untuk Senapan Angin

Minyak Untuk Senapan Angin – Seseorang yang memiliki senapan angin ataupun senjata api sudah pasti tahu bahwa yang paling penting bagi senjata kesayangannya tersebut adalah minyak. Tetapi minyak apa dan bagaimanakah cara menggunakannya merupakan sebuah pertanyaan yang seringkali dipertanyakan. Hal ini memang seringkali ditanyakan khususnya bagi pemula yang tentunya masih belum mengenal senapan angin secara mendalam.

Dalam pemilihan minyak, kami tidak percaya sama sekali dengan adanya minyak universal. Minyak yang dapat digunakan untuk semua jenis senapan angin serta minyak untuk seluruh bagian senapan angin. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini saya hanya akan fokus membahas senapan angin pcp jenis multi-pump atau uklik dan kami pecah-pecah kembali penggunaannya dalam masing-masing komponen.

Minyak untuk Bagian Permukaan Logam yang Bergesekan

Pemanfaatan minyak pada komponen ini bertujuan untuk memberikan lubrikasi atau kelicinan pada komponen suatu logam yang telah bergesakan serta dapat mencegah pada bagian permukaan logam yang bergesekan. Selain itu, minyak ini juga bermanfaat untuk memberikan perlindungan secara khusus pada proses oksidasi atau korosi di bagian yang selalu mengalami gesekan.

Pada senapan angin Sharp Ace miliki kami, tabung pompa dibuat dari baja yang meskipun dibronir masih tetap bisa mengalami erosi akibat bergesekan dengan piston. Hal ini sebenarnya bukan menjadi masalah yang besar pada tabung kuningan meskipun lapisan krom dan bronir akan tetap terkikis.

Khusus pada pada senapan multi pump, bagian-bagian yang mengalami bergesekan adalah

  1. Bagian permukaan silinder dan juga piston pemompa,
  2. Persendian atau engsel mekanisme pompa,
  3. As penting yang ada dalam tutup tabung kompresi,
  4. Permukaan plat L picu, dan terakhir
  5. Pada bagian dalam laras senapan.

Untuk bagian tersebut banyak sekali yang menyarankan untuk menggunakan minyak yang terbuat dari bahan dasar petroleum atau minyak bumi dengan pemberian zat aditif langsung dari senyawa logam molybdenum (moly grease atau moly oil). Sedangkan tingkat kekentalan harus jauh lebih kental dari sekitar 30 untuk skala viscocity-nya. Jika terlalu encer ataupun terlalu banyak maka bisa mengakibatkan minyak sangat mudah sekali untuk masuk ke dalam tabung kompresi secara langsung sehingga sudah pasti memberi kontaminasi prematis alias kerusakan pada bagian seal atau o-ring komponn tabung kompresi tersebut.

Kami disini memanfaatkan pelumas Pertaminan Enduro Matic yang mempunai kekentalan multigrade hingga 1W30 dan mempunyai zat aditif molybdenum. Pemilihan tersebut karena produk ini sangat mudah untuk didapatkan daripada harus mencari moly grease.

Untuk pemakaiannya, bisa langsung dioleskan secara tipis ketika memasang piston ke bagian dalam tabung pompa kepada permukaan yang terkontak secara langsung. Terkadang kami juga menambahkan lagi ke bagian permukaan piston sebanyak 2 sampai 3 tetes apabila usaha memompa dirasa keras.

Manfaat yang bisa kami rasakan secara langsung adalah usaha pompa terasa jauh lebih ringan dan bunyi ketika mempompa menghilang. Picu menjadi lebih konsisten pada posisinya sehingga untuk gejala gembos ketika mengisi angin atau misfilling akan berkurang.

Disamping itu, minyak ini memiliki aroma yang cukup wangi dan saya pun suka aroma wanginya. Kami tidak merekomendasikan untuk menggunakan minyak ini pada senapan springer.  Hal ini karena minyak yang berbahan dasar minyak bumi sangat rentan untuk mengalami dieseling maupun detonasi ketika dikompresi secara tepat oleh piston springer.

Minyak Untuk Merawat Seal atau O-ring

Pemakaian minyak di bagian seal atau o-ring sangat bermanfaat untuk memberikan kelembaban sehingga bisa mencegah karet ataupun material sintetik o-ring tidak menjadi kering dan menyusut. Pemberian minyak tersebut memiliki tujuan untuk bisa melembebkan tanpa membuat karet ataupun material sintetik menjadi melar.

selengkapnya di https://www.gsasportindonesia.co.id/product/senapan-angin-pcp-predator-marauder-od-38/

Untuk masalah ini, pemberian minyak yang terbuat dari bahan dasar minyak bumi harus Anda hindari karena bisa membuat melar. Selain membuat melar, minyak bumi diketahui memiliki tingkat keasaman yang tinggi karena mengandung asam naftenat (naphtenic acid) sehingga apabila tercampur langsung  dengan air akan semakin memudahkan proses oksidasi atau korosi.

Perlu Anda ketika Anda memompa udara ruangan terlebih ketika kelembaban tinggi, Anda bukan haya mengkompresi udara kering saja tetapi uap air nantinya bisa terkondensasi di dalam tabung udara serta akan berubah menjadi titik-titik air.

Kombinasi antara minyak dengan air adalah keasaman yang meskipun memberikan pengaruh besar pada tabung kuningan tetapi bisa merusak bagian seal atau o-ring khususnya yang terbuat dari bahan dasar karet.

Bahan dasar dari minyak terbaik khusus untuk bagian seal atau o-ring ialah minyak silikon atau silicone. Apabila kandungan silikon-nya semakin murni maka bisa dikatakan semakin baik. Dalam hal ini lebih baik menggunakan minak silikon dengan kualitas food grade. Tetapi  untuk masalah senapan merk yang paling terkenal yaitu Crosman Sillicone Chamber Oil.

Minyak untuk Merawat Finishing

Finishing pada sebuah senapan angin memiliki banyak cara serta melibatkan berbagai macam materi. Untuk materi logam yang dibronir maka pemakaian minyak memilik tujuan untuk memberikan lapisan yang tipis (film) pada bagian permukaan logam yang berfungsi untuk dapat mencegah kontak langsung dengan udara bebas.

Seperti yang kita ketahui bahwa oksidasi terjadi karena disebabkan oleh persenyawaan logam dengan oksigen (konsentrasi pada udara 21%, pada bagian permukaan laut, dengan tekanan 1 atm).  Terjadinya oksidasi pada besi biasa disebut dengan pembentukan karat, terjadi karena memerlukan modalitas logam (secara tidak terbatas pada bagian besi) dan juga oksigen.

Reaksi tersebut semakin dipercepat dengan adanya air dan asam. Modalitas tersebut sangat lengkap dan didapatkan pada kegiatan menembak. Tidak dapat dipungkiri bahwa baja merupakan salah satu material yang selalu digunakan sebagai bahan dasar pembuatan senapan angin dan udara yang notabene memiliki kandungan oksigen merupakan sumber energi penggerak bagi senapan angin miliki kita, serta tangan kita sendiri yang memiliki kandungan asam dan air merupakan katalisator terjadinya proses korosi atau oksidasi.

Proses bronir atau bluing merupakan sebuah cara untuk dapat mencegah terjadinya kontak besi, udara dengan pemberian lapisan sangat tipis Fe304 yang merupakan karat terbaik (karena memiliki warna yang bagus serta lebih stabil) pada bagian permukaan besi.

Tetapi bronir seringkali tidak mampu menahan proses oksidasi secara alami (pembentukan Fe2O3, karat merah) akibat dari adanya air dan juga asam yang berasal dari tangan pemegang senapan itu sendiri. Maka dari itu diperlukan strategi lainnya untuk dapat mencegah terjadinya proses oksidasi ini.

Pada senapan angin Sharp Tiger dimana bagian laras bajanya telah diselubung oleh material sintetik mirip seperti plastik yang memiliki tujuan untuk dapat mencegah terjadinya karat dan bisa membuat bobot senapan angin secara keseluruhan menjadi lebih ringan. Tetapi pada senapan angin Sharp Ace diharuskan untuk menggunakan minyak karena bagian laras senapan terbuat dari baja utuh.

Sebenarnya pemakaian minyak untuk masalah ini sangat luas pilihannya, selama minyak tersebut sudah cukup kental, bisa menyebar secara merata dan tidak meninggalkan endapan ataupun kerak ketika mengering.

Dalam berbagai situs banyak sekali usulan mengenai jenis minyak untuk kepentingan yang satu ini. Mulai dari minyak jagung dan mungkin bisa dibilang sebagai satu-satunya tempat untuk pemakaian minyak goreng baru yaitu untuk kepentingan.

Read More

Jenis Ikan Koi Lengkap Dengan Harga Update

Pada zaman dahulu jenis Ikan Koi ini merupakan ikan hias yang cukup istimewa dan hanya bisa dimiliki oleh para raja dan juga kaisar di negara Jepang. Hal ini dikarenakan jenis Ikan Koi ini telah menjelma menjadi sebuah lambang kekayaan dan juga kemakmuran oleh raja di Jepang. Tak heran jika saat ini Harga Ikan Koi bisa dibilang ikan dengan harga mahal.

Ikan Koi ini juga termasuk jenis ikan hias  yang cukup unik karena ia dapat dijadikan teman seumur hidup,hal ini dikarenakan bahwa ikan koi mempunyai umur yang relatif lebih panjang.

Jenis Ikan Koi Lengkap Dengan Harga Update

Dan juga mempunyai warna-warni yang beragam pula serta bernuansa cukup indah, Ikan koi sendiri merupakan jenis ikan yang mudah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, mudah menerima makanan, lemah lembut dan jinak.

Baca Juga: Tips Detail Budidaya Ikan Koi

Berikut ini kami ulas tentang Harga Ikan Koi Terbaru Desember 2019:

1. Harga Ikan Koi Kohaku

Untuk para pecinta Ikan Koi tentu sudah tidak asing lagi dengan jenis Harga Ikan Koi yang satu ini. Ya, sosok Harga Ikan Koi kohaku ini merupakan salah satu jenis Harga Ikan Koi yang begitu terpopuler yang saat ini banyak dicari oleh penghobi ikan koi

Ikan Koi ini,Walaupun dengan harga yang cukup mahal,namun jenis kohaku ini tetap membuat para pecinta Ikan Koi bergairah untuk mendapatkannya.

Ciri khas utama dari Ikan Koi kohaku adalah hanya memiliki 2 varian warna saja yang terletak pada tubuhnya, yakni warna merah dan putih. Untuk kisaran harga ikan kohaku ini tergantung pada ukuran dan juga corak warnanya. Harga Ikan Koi kohaku ini dipatok dengan harga kisaran Rp 100.000 per ekor. Sedangkan untuk Ikan Koi kohaku dewasa bisa mencapai lebih Rp 2.500.000 per ekor.

Ukuran Harga Ikan Koi Kohaku Harga/Ekor
Harga Ikan Koi Kohaku 7-12 cm Rp 60.000
Harga Ikan Koi Kohaku 12-18 cm Rp 90.000
Harga Ikan Koi Kohaku 18-25 cm Rp 130.000
Harga Ikan Koi Kohaku 25 cm Rp 180.000
Harga Ikan Koi Kohaku 30 cm Rp 350.000
Harga Ikan Koi Kohaku 35 cm-up Rp 450.000

2. Harga Ikan Koi Sanke

Untuk kisaran Harga Ikan Koi jenis sanke tidaklah terlalu jauh berbeda dengan harga Harga Ikan Koi jenis kohaku.Hal ini terjadi,karena kedua jenis  Ikan Koi ini memiliki warna yang sangat cantik dan juga eksotis. Jenis  Ikan Koi sanke ini mempunyai ciri khas dengan memiliki varian 3 corak warna, yaitu warna merah, hitam, dan putih. Jenis Ikan Koi sanke ini dengan kualitas baik akan lebih dominan dengan tampilan warna merah menyala.

Harga Ikan Koi sanke di pasaran juga tergantung pada  corak warna dan juga ukuran. Semakin cantik corak warnanya maka dipastikan akan membuat harga jual Ikan Koi sanke ini menjadi melambung lebih tinggi. Untuk Harga Ikan Koi anakan jenis sanke saja bisa dibandrol dari Rp 30.000 – Rp 270.000 per ekor. Sedangkan untuk  Harga Ikan Koi sanke dewasa kualitas super dibandrol dengan harga sekitar Rp 7.000.000.

Ukuran Harga Ikan Koi Sanke Harga/Ekor
Harga Ikan Koi Sanke 5-10 cm Rp 75.000
Harga Ikan Koi Sanke 10-15 cm Rp 90.000
Harga Ikan Koi Sanke 15-20 cm Rp 190.000
Harga Ikan Koi Sanke 20-25 cm Rp 300.000
Harga Ikan Koi Sanke 25-30 cm Rp 390.000
Harga Ikan Koi Sanke 30 up cm Rp 500.000
Read More

Budidaya Ikan Koi Di Kolam Tanah

Munculnya ikan hias jenis koi,yang mana saat ini sudah dikenal oleh berbagai orang dan dikenal secara luas yang di mulai di negara Jepang, kebanyakan di sana masyarakat di jepang ini sangat hobi akan memelihara ikan koi, yang mana salah satu jenis ikan ini masih tergolong kedalam jenis ikan mas atau bahasa ilmiahnya ialah cyprinus carpio ini. Banyak yang mempercayai bahwa ikan koi ini dapat memberian hoki atau keberuntungan bagi sang pemiliknya.

Budidaya Ikan Koi Di Kolam Tanah

Ikan koi ini dalam literasi bahasa Jepang berarti ikan karper  yang mana merupakan salah satu lambang persahabatan abadi serta terciptanya kasih dan cinta yang tulus. Hal ini bukan tanpa alasan, di negara asalnya Jepang sendiri ikan koi ini merupakan homofon atau dengan kata lain bisa bermakna kasih sayang atau pun cinta. Umumnya bahwa jenis ikan koi banyak dipelihara orang dikarenakan jenis ikan hias ini selain mempunyai keindahan,namun juga dapat membawa keberuntungan  di dalam rumah maupun luar rumah sang tuan.

Berikut akan kami ulas panduan singkat budidaya ikan koi di Kolam Tanah

Ketentuan Lingkungan Hidup Ikan Koi

Sebelum anda melangkah dan terjun untuk fokus budidaya ikan koi,maka ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan,untuk langkah awal ini setidaknya anda harus memperhatikan terlebih dahulu tentang lingkungan sekitar anda yang akan nantinya akan anda jadikan untuk lahan budidaya ikan koi,karena pada dasarnya lingkungan hidup ikan koi ini sangat  beraneka ragam serta bergantung dari wadah mana yang akan dijadikan untuk tempat seleksi ataukah seleksi lewat media aquarium, bak semen, kolam, bak filter.

Hal yang paling penting anda perhatikan secara seksama adalah tentang kebersihan serta keadaan lingkungan tempat budidaya ikan koi yang hendak anda bangun.

Pastikan agar air yang anda gunakan mempunyai kualitas baik dan tentunya hal ini akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup ikan koi agar jauh lebih terjamin. Air yang nantinya akan dipakai untuk budidaya ikan koi harus benar-benar terbebas dari berbagai macam jenis bakteri ataupun kandungan zat beresiko,yang mana hal tersebut dapat mengganggu kelangsungan hidup ikan koi.

Menjaga Larva Koi

Menjaga larva koi merupakan tahap kedua,dan dikategorikan tahap yang terpenting dalam hal budidaya atau hanya sekedar memelihara ikan koi. Pasalnya tahap yang paling menguras perhatian ialah menjaga ikan koi dari mulai menetas hingga akhirnya tumbuh dewasa,hal semacm ini merupakan sebuah  rangkaian proses yang membutuhkan ketrampilan serta ketelatenan dan juga kehati-hatian. Sesudah anda memperoleh lingkungan yang baik untuk tempat budidaya ikan koi, anda pun juga harus memikirkan tentang berbagai macam hal lain yang tentunya memerlukan perhatian secara khusus..

Persiapan Pembuatan Kolam Tanah

Persiapan langkah budidaya ikan koi dengan media kolam tanah,yang mana hal ini telah mencakup berbagai macam persiapan terutama untuk  area kolam, lalu juga persiapan material kayu atau bambu untuk pagar serta persiapan fitur partisan.

Area yang  anda butuhkan untuk budidaya ikan koi di kolam tanah haruskah sesuai dengan situasi serta memperkirakan berapa banyak jumlah ikan koi yang akan anda budidayakan.

Untuk anda yang ingin memanfaatkan area dengan ukuran 2 x 1 x 0,6 mtr.maka nantinya anda dapat mengisi dengan 100 ekor koi yang mempunyai ukuran 5–7 cm.Di mode pembuatan kolam  ini anda dapat menggali tanah dengan kedalaman 50 cm,dan kemudian anda batasi dengan bantuan pagar besi ataupun dari bahan kayu.

Pembatasan Jumlah Ikan dalam Kolam

Ikan koi yang akan dibudidayakan di kolam tanah haruslah memerlukan ruang untuk bergerak bebas,hal ini dikarenakan agar ikan koi dapat cepat tumbuh besar dan dalam keadaan sehat, jumlah ikan koi yang ada di dalam kolam tanah setidaknya jangan melebihi kapasitas atau overload yang mana dalam hal ini nantinya akan menjadi penghambat untuk ikan koi dalam hal tumbuh kembang.

Sebagai contoh saja jika ukuran kolam tanah berkisar  2 x 1 meter dan kedalamnya 60 cm maka hal ini cocoknya untuk budidaya ikan koi dengan jumlah 100 ekor koi dengan masing-masing ukuran ikan 5 hingga 7 cm.

Read More

Sejarah Masjid Agung Kota Sukabumi

Di Kota Sukabumi, terdapat sebuah bangunan masjid yang merupakan bangunan masjid terbesar serta mempunyai ukuran Kubah Masjid yang cuku besar pula dan konon masjid ini merupakan masjid yang paling tua yaitu Masjid Agung Sukabumi yang mana letak masjid ini terdapat di Kelurahan Gunung Parang Kecamatan Cikole Kota Sukabumi.

Sejarah Masjid Agung Kota Sukabumi

Tata letak serta Tempat masjid ini sangat strategis,sebab sangat dekat sama sebuah bangunan Pendopo Negara Kabupaten Sukabumi, Dekat juga denganh Alun-Alun kota Sukabumi, serta berjarak tak kurang 500 m dari pusat belanja di Kota Sukabumi. Lumayan menarik bukan,jika masjid Agung Sukabumi ini berdiri dan juga bersisihan dengan Gereja Sidang Kristus, yang disebut tempat beribadah umat Kristen Protestan tertua di Kota Sukabumi, hal ini lah yang menunjukkan jika kerukunan antar umat beragama di Sukabumi tersambung benar-benar baik.

Berdasar cerita dari berbagai masyarakat setempat, jika masjid Agung Kota Sukabumi ini dibuat di atas tanah wakaf dari Ahmad Juwaeni yang mana dilakukan di penghujung era ke 19, serta masjid ini jadi tempat dikibarkannya bendera merah putih untuk pertama kalinya di daerah Sukabumi, walau tidak jelas benar semenjak tahun berapakah masjid ini pertama-tama dibuat.

Riwayat Awal Masjid Agung Kota Sukabumi

Direncanakan kala itu untuk dibangun sebuah masjid yang mana telah berdiri di akhir abad ke 19. Hal ini,telah dibuktikan secara nyata dengan adanya sebuah bukti konkrit berupa foto atau dokumentasi masjid yang diabadikan pada tahun 1890 masehi. Masjid Agung Sukabumi ini menjadi salah satu satu bangunan masjid yang berdiri dan berada ditengah-tengah Kota Sukabumi sampai akhir abad ke 19. Bangunan masjid yang lain baru banyak muncul sesudah masuk era ke 20. Di waktu kolonial belanda, masjid ini jadi sentral sangat dan juga syarat akan perjuangan khusus nya bagi masyarakat Kota Sukabumi yang akan menghadapi beberapa pasukan penjajah.

Sepanjang masjid ini berdiri sampai tahun 2015, Masjid Agung Sukabumi telah alami beberapa kali tahap untuk dilakukan pemugaran dalam rasio besar yang terjadi sekitar enam kali. Penerapan pemugaran ini dikerjakan pada tahun 1900, 1936, 1945, 1975, 2004, serta 2012. Pemugaran terakhir sampai ke memiliki bentuk sekarang dikerjakan pada tahun 2012 serta usai tahun 2013.

Riwayat Pemugaran Masjid

Perbaikan terakhir Masjid Agung Kota Sukabumi ini dikerjakan dengan penempatan batu pertama pembangunannya oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan serta Walikota Sukabumi pada waktu itu yaitu, Mokh Muslikh Abdussyukur, yang terjadi pada tanggal 18 Februari 2012. Peresmian Masjid Agung Kota Sukabumi ini terjadi sesudah pemugaran paling akhir yang mana dikerjakan pada tanggal 12 Mei 2013, dan dikerjakan oleh Gubernur Jawa barat Ahmad Heryawan serta Walikota Sukabumi, Mokh Muslikh Abdussyukur.

Bangunan masjid yang baru ini setidaknya dibuat oleh juara sayembara design masjid yaitu arsitek asal Bandung, Dedi Sudharmanwan. Yang mana untuk sekarang ini bangunan masjid sangat mewah dan kelihatan istimewa dengan adanya tambahan berupa kubah masjid yang berwarna kuning keemasan. Khasnya, terdapat sebuah ornamen yang mempunyai beragam jenis senjata tradisional yang tak lain adalah ciri khas Provinsi Jawa barat yaitu kujang di setiap menaranya. Juga di tunjukkan kombinasi di antara Islam dengan budaya lokal.

Saat diresmikan pembangunan masjid ini belum selesai semuanya, baru sampai 94%. Jadi masjid agung kota, Ketua DKM masjid ini dijabat oleh Walikota Sukabumi, Mokh Muslikh Abdussyukur, beliau sebagai tokoh sentra pemugaran terakhir masjid Agung ini yang dalam proses pembangunannya sempat juga terusik karena kemacetan jalan raya di ruas jalan Jakarta-sukabumi yang mengganggu suplai bahan bangunan untuk pembangunan masjid ini.

Mengacu pada keterangan walikota Sukabumi saat peresmian, pemugaran masjid Agung Kota Sukabumi ini habiskan dana beberapa puluh milyar rupiah datang dari gotong royong semua masyarakat serta pemerintahan Kota Sukabumi. Diantaranya lewat pergerakan wakaf uang (Gawang). Diluar itu, pembangunan masjid ini juga memperoleh pertolongan dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Sumber dana pembangunan

Prediksi awal pembangunan masjid ini ternyata juga memerlukan dana yang relatif cukup besar,yakni sebesar Rp. 25 Milyar Rupiah. Dan dana itu datang dari Gubernur Jawa Barat kala itu sebesar Rp9 milyar, Lalu ditambah pula dengan dana APBD Kota Sukabumi sejumlah Rp1 miliar serta sumbangan warga berjumlah kurang lebih Rp3 miliar. Dana itu lalu ditambahkan dari anggaran APBD Kota Sukabumi pergantian Rp2,5 miliar, serta gagasannya ada sumbangan dari Gubernur sebesar Rp8 miliar. Sedang bekasnya seputar Rp2 miliar, didapatkan dari sumbangan warga dan dana dari beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Arsitektur Masjid

Rancangan serta bangunan masjid Agung Kota Sukabumi pasca perbaikan pada tahun 2013 masih menjaga skema bangunan masjid awalnya dengan bangunan induk yang mempunyai kubah dengan bentuk bulat,lalu juga sedikiy ditambahkan masing-masing  empat menara,dan di keempat menara itu terdapat juga penjurunya, walau memiliki bentuk keseluruhannya beralih keseluruhan.

Direncanakan jadi bangunan masjid kekinian, dengan kubah yang paling penting yakni kubah yang memiliki ukuran lumayan besar lalu ditambah pula dengan kubah bulat memiliki ukuran lebih kecil dibagian berandanya. Warna emas menguasai kubah masjid ini. Empat menara masjid ini memperoleh sentuhan berupa warna emas,lalu di samping iuga terdapat bagian sisi atasnya, dan juga beberapa ornamen sertas exterior masjid yang mana hal inijuga mendapatkan sentuhan warna yang hampir sama.

Yang sangat menarik serta jadi keunikan masjid ini ialah sisi pucuk menaranya yang tidak memakai kubah tetapi memakai bentuk basic bilah Kujang yang disebut senjata ciri khas warga Sunda, yang di susun simetris mirip satu kubah. Ornament ini lumayan menarik sebab tidak diketemukan di masjid lain di Jawa Barat.

Interior masjid di supremasi dengan balutan warna emas, lalu pada bagian keempat pilar besarnya, serta pilar-pilar yang menuju ke atap langit langit sampai sisi mihrabnya, dipadukan juga dengan pemakaian warna basic putih. Lafazd Allah dan semuanya itu dibangun serta berbentuk sangat simpel lalu keemudian hatixcdiletakkan pada dinding kiblat di mihrab berlatar warna gelap. Sesaat karpet masjid ini di supremasi warna merah, karpet yang dipesan spesial sesuai dengan perancangan serta denah ruangan masjid, empuk serta indah.

Seperti masjid-masjid yang ada sekitar kota lain,terdapat seuah  ruangan yang berada di area utama dalam masjid nampak luas, dengan hamparan karpet yang didominasi warna merah. Sejumlah tiang di sudut-sudut ruangan berdiri kokoh

Di lantai dua masjid, dominasi warna merah digantikan oleh sajadah dengan nuansa kehijauan. Dari lantai dua ini pengunjung dapat menikmati keseluruhan bangunan masjid, baik lantai bawah yang berkarpet merah maupun bagian atasnya yang dihias dengan lampu besar menggantung. Bagi sebagian pengjunjung, secara keseluruhan menikmati masjid bisa dirasakan dari lantai dua ini.

Terkait dengan syiar dan kegiatan keagamaan, masjid ini juga diramaikan dengan sejumlah kegiatan keislaman masyarakat kota Sukabumi.

Read More

Kemegahan Masjid Agung Kota Blitar

Masjid Agung Kota Blitar merupakan salah satu sebuah bangunan ibadah kuno yang mana merupakan tempat yang menyimpan banyak sekali kisah-kisah sejarah panjang dalam syiar agama Islam dan juga perkembangan masyarakat khusus nya warga sekitar Kota Blitar. Secara administratif saat ini masjid ini terletak di pusat Kota Blitar, tepatnya di sebelah barat Alun-alun Kota Blitar.

Kemegahan Masjid Agung Kota Blitar

Untuk mengungkap sejarah berdirinya Masjid Agung Kota Blitar telah menyatakan kepada salah seorang penjaga kantor Yayasan Masjid Agung Kota Blitar, yakni Izul (28). Dari data dan berbagai sumber yang diperoleh, menurut sejarah, dahulunya sebutan Kabupaten Blitar ini  masih bernama Kabupaten Srengat. Pada waktu itu yang bertindak sebagai penghulu atau hakim agama islam di Kabupaten Srengat adalah KY.R. Mohammad Kasiman.

Setelah nama Kabupaten Srengat berubah menjadi Kabupaten Blitar yang mana hal ini terjadi pada tahun 1820, yang mana kala itu yang menjadi penghulu pertamanya ialah KY.R. Imam Besari, disanalah tempat awal mula peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Blitar. Awalnya, bangunan masjid ini terdiri dari bangunan yang terbuat dari gebyog dan juga beratap sirap (dinding bambu tipis yang terbuat dari kayu jati) dan berdiri kokoh di bagian sisi utara jembatan kali Lahar Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Baca Juga: Wisata Religi Ke Masjid Agung Baitul Huda,Bengkulu

Secara sepintas, Masjid Agung Blitar yang sekarang ini berada di sebelah barat alun-alun ini tampak seperti bangunan tahun 1960-an yang mana bangunan tersebut terdiri dari dua lantai dengan bagian kolom-kolom yang terbuat dari bahan beton dan juga terdapat sebuah menara berwarna putih menjulang tinggi. Apalagi di bagian sisi kanannya (selatan) terdapat pula sebuah bangunan yang bertingkat dengan desain yang cukup kaku, yang mana hal itu sama sekali tidak mengindikasikan sebuah bangunan lama. Namun,akan tetapi jika dilihat lebih ke dalam lagi, maka kesan kunonya sebuah bangunan akan baru terasa. Pada bagian dalam tersebut masih memakai tegel lama, begitu pula dengan bagian kolom dan juga baloknya yang masih memakai kayu jati yang besar-besar.

Meskipun bentuk dan juga bahannya ini masih terbuat dengan bahan-bahan sederhana, namun masjid tersebut seolah-olah mampu bertahan hingga beberapa tahun kedepan, yang mana kala itu sangat minim sekali terjadi sebuah bencana yang membahayakan bangunan masjid itu. Hal ini disebabkan karena tidak mungkin bahwa masjid ini akan 100% persen terhindar dari musibah,beberapa tokoh agama islam pun menyatakan bahwa dapat terjadi berbagai macam bencana alam yang akan menimpa masjid Agung Blitar ini.

Masjid agung Kota Blitar yang berada di pinggir sungai aliran lahar memang membuat masjid tersebut rentan akan serangan dan terjangan banjir lahar dingin dari Gunung Kelud. Dan hal ini pernah tercatat setidaknya tiga kali lahar dingin ini menerjang bangunan masjid tersebut yaitu pada tahun 1826, 1835 dan 1848.

Pada terjangan banjir yang ke tiga, yang terjadi pada tahun ke 1848, masjid mengalami kerusakan yang cukup parah. dan juga menandakan bahwa bencana yang disebabkan ini akibat meletusnya Gunung Kelud tersebut,letusan gunung kelud itu juga tidak hanya merusak bagian utama masjid saja,namun juga secara signifikan mempengaruhi pemikiran tentang kelayakan Srengat sebagai ibukota Blitar. Karena banjir lahar yang kerap terjadi membuat jalannya pemerintahan terganggu. Apalagi kemudian, banjir juga menghancurkan rumah kediaman bupati pada waktu itu.

Maka setelah bencana tahun itu, pusat pemerintahan Kota Blitar, dan juga masjid agung-nya, serentak dipindahkan ke tempat yang sekarang ini di huni. Maka,pada saat itu Bupati Blitar yang dijabat oleh Raden Mas Aryo Ronggo Hadinegoro sedangkan untuk penghulu yang merangkap tetua masjid Jami’ yaitu Kyai Raden Kamaludin, keturunan kyai Kasiman penghulu Srengat, yang mana belaiu ini menggantikan Penghulu III Kyai R.Kasan Soehodo yang diangkat sejak tanggal 31 Maret 1946 hingga tahun 1848.

Ketika itu, bupati menunjuk sebuah tanah pada bagian timur sebagai Bumi Kanjengan (Batas sebelah barat  Jl. Masjid, sebelah timur Sungai Urung – Urung, sebelah selatan   Jl. Merdeka – Jl. A. Yani, sebelah Utara Jl. Anjasmoro – Jl. Pahlawan bila dilihat di zaman sekarang). Maka,untuk tempat kediaman Kanjeng dan juga kegiatan dinas sehari-hari ini akan dibangun rumah dinas Bupati lama (sekarang komplek pertokoan sebelah timur Gedung Dipayana yang pernah dipakai sebagai kantor CPM).

Sedangkan tanah sebelah barat bumi Kanjengan hingga Sungai Lahar, diserahkan pengaturannya kepada penghulu Blitar untuk bangunan Masjid dan menempatkan etnis Arab  di sebelah  utara  Masjid  kearah  barat. Dulu dikenal dengan nama Kampung Arab, selanjutnya setelah mengalami perkembangan menjadi nama Kauman. Melalui kegotongroyongan dan bantuan dana dari beberapa pihak, masjid dapat dibangun pada tahun itu juga (1848) dengan bahan kayu.

Pada tahun 1890, Penghulu Blitar, yang saat itu dijabat oleh Ky. Imam Boerhan, mempunyai prakarsa untuk bangunan masjid yang berbahan kayu tersebut dengan bahan bata. Dengan persetujuan bupati Blitar yang kala itu dijabat oleh R. Adipati Warso Koesoemo maka dimulailah tahap ke tiga pembangunan Masjid Agung Blitar. Pembangunan saat itu dilakukan secara bergotong royong. Umat Islam dari berbagai tempat di Blitar, baik di desa maupun di kota, setiap hari berdatangan untuk memberikan daya upayanya, baik moril maupun materi. Menurut catatan Penghulu Imam Boerhan, pembangunan tersebut dimulai pada hari Kamis Kliwon 12 Oktober 1890 M atau 20 Muharram 1303 H.

Pasca terjadinya sebuah pembangunan pada tahun 1890 masjid agung Blitar ini setidaknya pernah mengalami beberapa kali renovasi dan juga sedikit penambahan pada unsur-unsurnya. Ketika Pada tahun 1927 dibuat sebuah gapura dan setahun kemudian, yakni pada tahun 1928, dibangun sebuah menara yang berada di sisi sebelah kanan (selatan) masjid. Dan pada tahun 1933 masjid ini diperluas dengan penambahan serambi di bagian sisi kanan dan juga kirinya yang mana semuanya itu diarsiteki oleh KH. Muchsin Dawuhan yang mana beliau ini masih kerabat Penghulu Imam Boerhan. Desain tersebut setidaknya masih bertahan hingga sekarang kini, yang mana sekarang ini masih menjadi bagian dari dalam masjid. Namun,akan tetapi sebuah gapura dan juga menaranya  ini telah runtuh akibat adanya bencana alam yakni gempa bumi yang terjadi di Kota Blitar pada tanggal 20 Oktober 1958.

Selanjutnya pada tahun 1966 timbul pemikiran dari H. M. Bachri Pakunden, salah satu keturunan Ky. Imam Boerhan, untuk membangun kembali menara yang rusak. Keinginan tersebut baru dapat direalisasikan mulai 10 Agustus 1967 dengan pembentukan Biro Pembangunan Masjid Besar Kodya/Kab. Blitar dengan ketuanya Walikota Blitar R. Prawirokoesoemo.

Dalam pelaksanaannya, menara dibangun tidak lagi di tempat semula, tetapi di sebelah utara. Kemudian untuk memperluas daya tampung jamaah yang semakin meningkat sejak peristiwa 1965, dibangun pula serambi bertingkat yang diperkirakan akan dapat menampung hingga 5000 jamaah. Proses pembangunan tersebut dapat diselesaikan pada akhir 1971.

Read More

Kubah Masjid Agung Baitul Huda

Masjid Agung Baitul Huda adalah salah satu bangunan masjid agung yang mempunyai Kubah Masjid yang berukuran sangat besar,yang mana masjid ini berada di Kabupaten Mukomuko, provinsi Bengkulu. Yang mana masjid agung ini berada tepat di sebelah barat daya kantor Bupati Mukomuko yang ada di kelurahan Bandar Ratu, kecamatan Kota Mukomuko, kabupaten Mukomuko.

Pembangunan masjid agung ini menyusul juga dengan dibangunnya kompleks perkantoran milik pemerintahan kabupaten Mukomuko di Bandar Ratu seiring dengan terbentuknya kabupaten Mukomuko sebagai daerah otonomi baru hasil pemekaran dari kabupaten Bengkulu Utara.

Kabupaten Mukomuko ini dibentuk secara resmi berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 yang mana telah dalam undang-undang tersebut telah menetapkan sebuah pembentukan kabupaten yang ada di Mukomuko,dan secara resmi terpisah dari kabupaten Bengkulu Utara.

Kubah Masjid Agung Baitul Huda

Pembentukan kabupaten ini bersamaan juga dengan terbentuknya kabupaten baru hasil pemekaran yakni Seluma dan Kabupaten Kaur yang sama-sama terpisah dari Kabupaten Bengkulu Selatan. Kabupaten Mukomuko ini merupakan salah satu wilayah yang berada di kabupaten paling utara di provinsi Bengkulu berbatasan langsung dengan provinsi Sumatera Barat. Pada sisi sebelah barat kabupaten ini menghadap langsung ke Samudera Hindia.

Kota Mukomuko sebagai ibukota kabupaten Mukomuko sejatinya merupakan kota pesisir pantai Samudera Hindia, Masjid Agung dan komplek perkantoran Pemkab Mukomuko pun dalam radius setidaknya sekitar 1,5km dari arah bibir pantai kota mukomuko, demikian juga dengan Bandara Mukomuko yang mana juga dalam radius jarak yang sama. Yang menjadi daya Tarik dari masjid ini bahwa di seluruh kota Mukomuko ini termasuk kawasan bandaranya terhalang oleh aliran sungai yang cukup besar terhadap garis pantainya, mengingat aliran sungai tersebut sejajar dengan garis pantai.

Kabupaten Mukomuko merupakan salah satu daerah tujuan transmigrasi sejak tahun 1967 dimasa pemerintahan presiden Soeharto, program transmigrasi ke Mukomuko terakhir dilaksanakan tahun 2004. Adanya program tersebut juga turut memacu perkembangan ekonomi secara signifikan terhadap kota Mukomuko, meski kini secara demografis rasio penduduk asli Mukomuko justru sudah kalah jumlah dengan penduduk pendatang dari pulau Jawa.

Pembangunan Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko

Masjid Agung Baitul Huda yang ada di Mukomuko ini pertama kali dibangun diatas lahan yang dahulunya bekas perkebunan kelapa sawit, dari citra google map (diakses 6 Agustus 2019) yang mana masih terlihat jelas jejeran pohon kelapa sawit di lahan ini Masjid Agung yang masih belum dibangun. Begitupun dengan citra google street view yang mana kala itu diambil pada bulan September tahun 2015 yang masih menunjukkan bahwa lahan yang berada di sisi tenggara ruas jalan Imam Bonjol tersebut masih berupa lahan kebun kelapa sawit yang begitu subur.

Kubah Masjid Agung Baitul Huda

Masjid Agung Baitul Huda ini mulai dibangun pada tanggal 7 Mei 2018 dan direncanakan selesai pada tanggal 31 Desember 2018. Proyek pembangunan masjid ini juga dilaksanakan oleh PT. Bhakti Muda Mandiri, yang mana PT tersebut di andalkan sebagai penyedia barang dan juga jasa pemerintah. Peresmian masjid ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 19 Februari 2019 oleh bupati MukoMuko, Choirul Huda, yang mana dengan tanggal tersebut juga di bertepatan dengan hari jadi kabupaten Mukomuko yang ke 16.

Peresmian Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko ini juga ditandai dengan adanya penandatangan sebuah prasasti oleh Bupati Mukomuko dan juga didampingi oleh Wakil bupati, serta Pimpinan DPRD Kabupaten Mukomuko, Sekda dan unsur pimpinan FKPD, serta kedatangan tamu kehormatan Ustadz Drs. H. Wijayanto, S.sos., M.A. Selain meresmikan bangunan Masjid Agung, Pemkab Mukomuko juga secara terbuka mengumumkan bahwa nama Masjid Agung Mukomuko dengan nama Masjid Agung Baitul Huda. Acara peresmian tersebut dilanjutkan juga dengan serangkaian acara bertema tabligh akbar yang dihadiri juga oleh Ustadz Wijayanto.

Aktivitas Masjid Agung Baitul Huda

Untuk memakmurkan banguna  masjid kebanggaan masyarakat kabupaten Mukomuko ini,maka Pemkab Mukomuko telah memberlakukan shalat Zuhur berjamaah bagi para Pegawai yang ada di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mukomuko setiap hari kerja.

Di masjid ini juga kerap sekali diselenggarakan beberapa acara bertajuk agama islam seperti pengajian rutin yang dilakukan setiap malam jum’at yang mana diikuti juga oleh pagawai yang kerja di lingkungan pemkab Mukomuko dan juga berbagai elemen masyarakat umum, terutama masyarakat yang tinggal disekitar masjid.

Masjid Agung ini juga menjadi salah satu pusat utama dalam  kegiatan ke-Islaman yang ada di kabupaten Mukomuko termasuk juga beragam acara pelaksanaan peringatan hari besar Islam, manasik haji dan lain sebagainya. Pengelolaan masjid ini sampai saat ini masih di bawah kendali dari pihak kantor kementerian Agama Islam Kabupaten Mukomuko. Masjid Agung Baitul Huda ini nantinya juga akan disiapkan untuk pelaksanaan kegiatan MTQ Tingkat Provinsi Bengkulu Ke-XXXIV tahun 2019 yang mana dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 7 hingga 12 Oktober 2019. Pemkab setempat saat ini juga sedang mempercepat pembangunan landscaping yang berada di kawasan di sekitar masjid untuk menyambut acara tingkat provinsi Bengkulu tersebut.

Arsitektur Bangunan Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko

Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko ini dibangun dalam rancangan masjid bergaya modern dengan denah dasar segi empat simetris, dilengkapi juga dengan beranda di masing masing tiga sisi di setiap bangunan kecuali pada bagian sisi kiblat yang mana dibangun ruang mihrab.

Masing masing pada  sisi masjid ini juga dilengkapi dengan delapan buah pilar yang mana pilar tersebut juga secara lurus dapat dihubungkan langsung dengan lengkungan pilar besi yang bercorak khas dari Andalusia. Bagian atap masjid seluruhnya juga menggunakan atap cor dan pada bagian tengah atapnya juga ditempatkan satu kubah besar.

Eksterior pada banguna masjid Baitul Huda ini juga menggunakan warna dasar abu abu gelap yang mana warna tersebut dipadukan juga dengan warna coklat muda dan warna putih. Untuk bagian kubah besarnya dominan sekali berwarna kuning emas dengan sedikit aksen berwarna hijau tua.

Lalu pada bagian puncak kubah masjid juga dihiasi dengan lafazd Allah. Masjid ini juga dilengkapi dengan empat menara berwarna putih dibangun di kempat penjuru atap masjid. Bagian pada puncak masing masing menara juga ditempatkan sebuah kubah berukuran kecil,dengan warna yang senada dengan kubah utama masjid.

Ruang utama yang difungsikan untuk shalat juga dibangun dengan sangat luas yang mana di sinyalir mampu menampung hingga seribu lebih Jamaah. Interior pada bangunan masjid ini juga dihiasi dengan berbagai macam ornamen yang terbuat dari bahan gypsum serta lapisan baja ringan.

Mayoritas ruang  yang ada dalam masjid ini juga menggunakan warna dasar putih dengan perpaduan warna abu abu gelap yang menyelimuti pada bagian pilar pilarnya. Untuk area di sekitar mihrab juga dihiasi dengan bahan gypsum yang dominan mempunyai warna coklat.

Sedangkan pada bagian dalam kubah dihiasi juga dengan sebuah ornamen lukis bermotif floral yang mana motif tersebut begitu senada dengan satu lampu gantung berwarna ke-emasan yang ada di ruang utama Masjid

Read More

Hanger Besi Wenengpaten

Memasuki Desa Wenengpaten kita akan bertemu tumpukan besi-besi yang dipotong sama panjang. Ya, desa ini memang mengolah besi menjadi barang lebih bernilai. Desa Wenengpaten memiliki keunikan dari sisi UMKM warganya, bagaimana tidak.

Desa yang mayoritas penduduknya petani dan buruh industri ini memiliki salah satu warga yang terampil dalam membuat hanger baju. Hanger atau gantungan baju yang diproduksi di Desa ini merupakan bentuk pengolahan limbah industri yang berada di sekitar Kecamatan Gampeng hingga Papar.

Simak juga nih Jenis Ikan Hias Air Tawar

Rowi, 37, pemilik dari usaha produksi hanger Desa Wenengpaten menjelaskan bila ia sudah lama menggeluti bisnis hanger dengan bahan dasar besi ini. “Ini tahun ke 10 saya usaha mandiri hanger besi mbak,” jelasnya. Ia menjelaskan bila usaha hanger dilatar belakangi oleh riwayatnya yang pernah ikut perusahaan pembuatan hanger besi

Read More

Keren Nih Mengolah limbah Jadi Rupiah

Memasuki Desa Wenengpaten Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri, kita akan bertemu tumpukan besi-besi yang dipotong sama panjang. Ya, desa ini memang mengolah besi menjadi barang lebih bernilai. Desa Wenengpaten memiliki keunikan dari sisi UMKM warganya, bagaimana tidak. Desa yang mayoritas penduduknya petani dan buruh industri ini memiliki salah satu warga yang terampil dalam membuat hanger baju. Hanger atau gantungan baju yang diproduksi di Desa ini merupakan bentuk pemanfaatan limbah industri yang berada di sekitar Kecamatan Gampeng hingga Papar.

Rowi, 37, pemilik dari usaha produksi hanger Desa Wenengpaten menjelaskan bila ia sudah lama menggeluti bisnis hanger dengan bahan dasar besi ini. “Ini tahun ke 10 saya usaha mandiri hanger besi mbak,” jelasnya. Ia menjelaskan bila usaha hanger dilatar belakangi oleh riwayatnya yang pernah ikut perusahaan pembuatan hanger besi . Dari segi bahan bakunya Rowi juga mengaku bila ia tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya, pasalnya ia bekerja sama dengan perusahaan- perusahaan besar yang terletak disepanjang Jalan Kediri-Kertosono.

Simak juga nih yang pengen punya ikan hias Jenis Ikan Hias Air Tawar

“Biasanya kawat yang dibuat ngikat kertasnya rokok dipabrik itu saya yang ambil mbak, saya jadikan bahan baku untuk usaha saya,” terang ayah 2 anak ini sambil menekuk besi-besinya.Ia juga belum berniat untuk menekuni usaha lain, dari usaha inilah ia mampu menghidupi keluarga dan mensejahterakan karyawannya. Tidak hanya hal tersebut, Rowi dan 6 karyawannya yang mayoritas warga Desa Wenengpaten ingin mengurangi dampak limbah besi serta merubahnya menjadi memiliki nilai jual.

Bunasir sebagai kepala desa Wenengpaten mendukung penuh adanya kegiatan produksi hanger didesanya. “Hanger itu simple mbak, tapi dia itu alat rumah tangga. Jadi pasti laku dan membantu perekonomian sebagian warga saya,” terangnya sambil tersenyum. Ia juga menjelaskan kepuasannya terhadap apa yang dilakukan Rowiyang mampuy memasarkan produknya sampai ke wilayah Lamongan. (c2)

Read More

Pembangunan Balai Desa

Dalam mengambil kebijakan, kepala desa tidak bisa lepas dari usulan dari masyarakat. Sehingga dibutuhkannya ruang pertemuan yang dapat membantu menfasilitasi kegiatan musyawarah untuk interaksi antara kepala desa serta warganya.

Desa Turus Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri ini sebelumnya sudah memiliki Balai desa, hanya saja dari segi ukuran memiliki perbedaan. “Ini dulu kecil, sekarang dibuat besar biar sekalian bisa untuk olahraga warga dan perangkat desa mbak,” kata Bagus sambil tersenyum. Ia juga menjelaskan bila balai desa sebelumnya berdiri bersamaan dengan bangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes). “Balai desa ini  direhab selama dua periode, pertama pada Juli 2016 hingga direhab kembali pada Juli 2017 dengan menggunakan Alokasi Dana Desa  (ADD),” tambahnya.

Simak nih yang Pengen tau Jenis Ikan Hias Air Tawar

Pembangunan balai desa yang baru selesai November lalu ini merupakan hasil dari rembuk warga. “Kami rembukan tingkat dusun dulu, lalu diangkat ke musyawarah perencanaan dan pengembangan desa berdasarkan skala prioritas ternyata hasilnya balai desa,” ungkap Bagus Jatmiko selaku Tim Pengelola Kegiatan (TPK). Ia juga menjelaskan adanya pembangunan balai desa ini tidak hanya untuk pertemuan saja, melainkan untuk sarana olahraga bulu tangkis hingga senam ibu-ibu tiap mingggunya.

Hal lain diungkapkan Sugarman selaku kepala desa. “Dari balai desa kecil, lalu tambahan sarana olahraga hingga penambahan fasilitas kamar mandi dalam dari bantuan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” terang orang nomor satu di Desa Turus ini. Tidak hanya itu saja, ia juga menjelaskan bila balai desa  yang direnovasi tersebut pernah digunakan warga Desa Turus untuk kegiatan hajatan keluarga dan tanpa dipungut biaya sewa. (c2)

Read More

Keren nih Dari Jahit Baju Sendiri hingga Terima Orderan

12 Oktober 2016 merupakan hari bersejarah bagi ibu-ibu Desa Turus Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri. Bagimana tidak, Rukoyah istri dari Kepala Desa Turus ini mulai memanfaatkan bangunan tua milik orang tuanya untuk kegiatan jahit menjahit. Menjelang tahun kedua ini, kelompok jahit yang diberi nama UKM Sejahtera  semakin berkembang didukung adanya bantuan dana dari pemerintah daerah melalui pengadaan mesin jahit.

“Kelompok jahit ini dibentuk untuk semakin berkarya dan produktif terutama bagi ibu-ibu rumah tangga,” ungkap Sugarman. Ia juga menjelaskan berdirinya kelompok jahit ini tidak lepas dari peran istrinya selaku ketua PKK di desanya, Rukoyah. Kelompok jahit yang diikuti oleh ibu-ibu usia produktif ini rutin menjalani aktifitas jahit menjahit setiap harinya kecuali hari Minggu dan hari libur. “Awalnya dari keikutsertaan ibu-ibu ikut pelatihan jahit 2016 dan 2017,lalu sering kumpul akhirnya bikin kelompok jahit,” kata Sugarman.

Simak juga nih Jenis Ikan Hias Air Tawar

Diawali dari hal yang tidak bisa, lalu mengikuti pelatihan hingga muncul minat serta sering bertemu untuk menjahit secara bersamaan merupakan awal dari kelompok UKM Sejahtera ini mulai menerima order dalam jumlah kecil. “Kami sejauh ini mampu menyelesaikan jahitan seragam sekolah, seragam PKK, baju, gamis hingga sprei mbak,” kata Rukoyah. Ia juga menjelaskan bila ibu-ibu didesa yang dipimpin oleh suaminya ini memiliki semangat yang tinggi untuk menghasilkan karya. Hal serupa juga diungkapkan oleh Sunarti, 55, warga asal desa Turus. “Saya walaupun sudah 55 tahun masih bisa lihat lubang jarum,” terangnya sambil menjahit kain.

Disisi lain Mujiani,37, selaku peserta UKM Sejahtera juga mengungkapkan. “Biar nggak nganggur, biar ikut pelatihannya tidak sia-sia sampe sekarang,” terangnya sambil tersenyum. Pemasaran produk jahitan mereka dijual melalui titip ke toko baju, serta dari mulut ke mulut. “Kita titipkan mbak, atau diiderkan (diputarkan) gitu.Terus dari mulut ke mulut ibu-ibu,” tambahnya sambil memasang kancing.

Mulai berjalannya usaha jahit oleh ibu-ibu Desa Turus ini bukan berarti tidak menjumpai halangan. “Kita sering terbentur dana mbak, jadi setelah dagangan laku ya kita belikan kain yang baru lagi untuk model baru,” pungkas Mujiani. (c2)

Read More