Budidaya Ikan Koi Di Kolam Tanah

Munculnya ikan hias jenis koi,yang mana saat ini sudah dikenal oleh berbagai orang dan dikenal secara luas yang di mulai di negara Jepang, kebanyakan di sana masyarakat di jepang ini sangat hobi akan memelihara ikan koi, yang mana salah satu jenis ikan ini masih tergolong kedalam jenis ikan mas atau bahasa ilmiahnya ialah cyprinus carpio ini. Banyak yang mempercayai bahwa ikan koi ini dapat memberian hoki atau keberuntungan bagi sang pemiliknya.

Budidaya Ikan Koi Di Kolam Tanah

Ikan koi ini dalam literasi bahasa Jepang berarti ikan karper  yang mana merupakan salah satu lambang persahabatan abadi serta terciptanya kasih dan cinta yang tulus. Hal ini bukan tanpa alasan, di negara asalnya Jepang sendiri ikan koi ini merupakan homofon atau dengan kata lain bisa bermakna kasih sayang atau pun cinta. Umumnya bahwa jenis ikan koi banyak dipelihara orang dikarenakan jenis ikan hias ini selain mempunyai keindahan,namun juga dapat membawa keberuntungan  di dalam rumah maupun luar rumah sang tuan.

Berikut akan kami ulas panduan singkat budidaya ikan koi di Kolam Tanah

Ketentuan Lingkungan Hidup Ikan Koi

Sebelum anda melangkah dan terjun untuk fokus budidaya ikan koi,maka ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan,untuk langkah awal ini setidaknya anda harus memperhatikan terlebih dahulu tentang lingkungan sekitar anda yang akan nantinya akan anda jadikan untuk lahan budidaya ikan koi,karena pada dasarnya lingkungan hidup ikan koi ini sangat  beraneka ragam serta bergantung dari wadah mana yang akan dijadikan untuk tempat seleksi ataukah seleksi lewat media aquarium, bak semen, kolam, bak filter.

Hal yang paling penting anda perhatikan secara seksama adalah tentang kebersihan serta keadaan lingkungan tempat budidaya ikan koi yang hendak anda bangun.

Pastikan agar air yang anda gunakan mempunyai kualitas baik dan tentunya hal ini akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup ikan koi agar jauh lebih terjamin. Air yang nantinya akan dipakai untuk budidaya ikan koi harus benar-benar terbebas dari berbagai macam jenis bakteri ataupun kandungan zat beresiko,yang mana hal tersebut dapat mengganggu kelangsungan hidup ikan koi.

Menjaga Larva Koi

Menjaga larva koi merupakan tahap kedua,dan dikategorikan tahap yang terpenting dalam hal budidaya atau hanya sekedar memelihara ikan koi. Pasalnya tahap yang paling menguras perhatian ialah menjaga ikan koi dari mulai menetas hingga akhirnya tumbuh dewasa,hal semacm ini merupakan sebuah  rangkaian proses yang membutuhkan ketrampilan serta ketelatenan dan juga kehati-hatian. Sesudah anda memperoleh lingkungan yang baik untuk tempat budidaya ikan koi, anda pun juga harus memikirkan tentang berbagai macam hal lain yang tentunya memerlukan perhatian secara khusus..

Persiapan Pembuatan Kolam Tanah

Persiapan langkah budidaya ikan koi dengan media kolam tanah,yang mana hal ini telah mencakup berbagai macam persiapan terutama untuk  area kolam, lalu juga persiapan material kayu atau bambu untuk pagar serta persiapan fitur partisan.

Area yang  anda butuhkan untuk budidaya ikan koi di kolam tanah haruskah sesuai dengan situasi serta memperkirakan berapa banyak jumlah ikan koi yang akan anda budidayakan.

Untuk anda yang ingin memanfaatkan area dengan ukuran 2 x 1 x 0,6 mtr.maka nantinya anda dapat mengisi dengan 100 ekor koi yang mempunyai ukuran 5–7 cm.Di mode pembuatan kolam  ini anda dapat menggali tanah dengan kedalaman 50 cm,dan kemudian anda batasi dengan bantuan pagar besi ataupun dari bahan kayu.

Pembatasan Jumlah Ikan dalam Kolam

Ikan koi yang akan dibudidayakan di kolam tanah haruslah memerlukan ruang untuk bergerak bebas,hal ini dikarenakan agar ikan koi dapat cepat tumbuh besar dan dalam keadaan sehat, jumlah ikan koi yang ada di dalam kolam tanah setidaknya jangan melebihi kapasitas atau overload yang mana dalam hal ini nantinya akan menjadi penghambat untuk ikan koi dalam hal tumbuh kembang.

Sebagai contoh saja jika ukuran kolam tanah berkisar  2 x 1 meter dan kedalamnya 60 cm maka hal ini cocoknya untuk budidaya ikan koi dengan jumlah 100 ekor koi dengan masing-masing ukuran ikan 5 hingga 7 cm.

Read More

Sejarah Masjid Agung Kota Sukabumi

Di Kota Sukabumi, terdapat sebuah bangunan masjid yang merupakan bangunan masjid terbesar serta mempunyai ukuran Kubah Masjid yang cuku besar pula dan konon masjid ini merupakan masjid yang paling tua yaitu Masjid Agung Sukabumi yang mana letak masjid ini terdapat di Kelurahan Gunung Parang Kecamatan Cikole Kota Sukabumi.

Sejarah Masjid Agung Kota Sukabumi

Tata letak serta Tempat masjid ini sangat strategis,sebab sangat dekat sama sebuah bangunan Pendopo Negara Kabupaten Sukabumi, Dekat juga denganh Alun-Alun kota Sukabumi, serta berjarak tak kurang 500 m dari pusat belanja di Kota Sukabumi. Lumayan menarik bukan,jika masjid Agung Sukabumi ini berdiri dan juga bersisihan dengan Gereja Sidang Kristus, yang disebut tempat beribadah umat Kristen Protestan tertua di Kota Sukabumi, hal ini lah yang menunjukkan jika kerukunan antar umat beragama di Sukabumi tersambung benar-benar baik.

Berdasar cerita dari berbagai masyarakat setempat, jika masjid Agung Kota Sukabumi ini dibuat di atas tanah wakaf dari Ahmad Juwaeni yang mana dilakukan di penghujung era ke 19, serta masjid ini jadi tempat dikibarkannya bendera merah putih untuk pertama kalinya di daerah Sukabumi, walau tidak jelas benar semenjak tahun berapakah masjid ini pertama-tama dibuat.

Riwayat Awal Masjid Agung Kota Sukabumi

Direncanakan kala itu untuk dibangun sebuah masjid yang mana telah berdiri di akhir abad ke 19. Hal ini,telah dibuktikan secara nyata dengan adanya sebuah bukti konkrit berupa foto atau dokumentasi masjid yang diabadikan pada tahun 1890 masehi. Masjid Agung Sukabumi ini menjadi salah satu satu bangunan masjid yang berdiri dan berada ditengah-tengah Kota Sukabumi sampai akhir abad ke 19. Bangunan masjid yang lain baru banyak muncul sesudah masuk era ke 20. Di waktu kolonial belanda, masjid ini jadi sentral sangat dan juga syarat akan perjuangan khusus nya bagi masyarakat Kota Sukabumi yang akan menghadapi beberapa pasukan penjajah.

Sepanjang masjid ini berdiri sampai tahun 2015, Masjid Agung Sukabumi telah alami beberapa kali tahap untuk dilakukan pemugaran dalam rasio besar yang terjadi sekitar enam kali. Penerapan pemugaran ini dikerjakan pada tahun 1900, 1936, 1945, 1975, 2004, serta 2012. Pemugaran terakhir sampai ke memiliki bentuk sekarang dikerjakan pada tahun 2012 serta usai tahun 2013.

Riwayat Pemugaran Masjid

Perbaikan terakhir Masjid Agung Kota Sukabumi ini dikerjakan dengan penempatan batu pertama pembangunannya oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan serta Walikota Sukabumi pada waktu itu yaitu, Mokh Muslikh Abdussyukur, yang terjadi pada tanggal 18 Februari 2012. Peresmian Masjid Agung Kota Sukabumi ini terjadi sesudah pemugaran paling akhir yang mana dikerjakan pada tanggal 12 Mei 2013, dan dikerjakan oleh Gubernur Jawa barat Ahmad Heryawan serta Walikota Sukabumi, Mokh Muslikh Abdussyukur.

Bangunan masjid yang baru ini setidaknya dibuat oleh juara sayembara design masjid yaitu arsitek asal Bandung, Dedi Sudharmanwan. Yang mana untuk sekarang ini bangunan masjid sangat mewah dan kelihatan istimewa dengan adanya tambahan berupa kubah masjid yang berwarna kuning keemasan. Khasnya, terdapat sebuah ornamen yang mempunyai beragam jenis senjata tradisional yang tak lain adalah ciri khas Provinsi Jawa barat yaitu kujang di setiap menaranya. Juga di tunjukkan kombinasi di antara Islam dengan budaya lokal.

Saat diresmikan pembangunan masjid ini belum selesai semuanya, baru sampai 94%. Jadi masjid agung kota, Ketua DKM masjid ini dijabat oleh Walikota Sukabumi, Mokh Muslikh Abdussyukur, beliau sebagai tokoh sentra pemugaran terakhir masjid Agung ini yang dalam proses pembangunannya sempat juga terusik karena kemacetan jalan raya di ruas jalan Jakarta-sukabumi yang mengganggu suplai bahan bangunan untuk pembangunan masjid ini.

Mengacu pada keterangan walikota Sukabumi saat peresmian, pemugaran masjid Agung Kota Sukabumi ini habiskan dana beberapa puluh milyar rupiah datang dari gotong royong semua masyarakat serta pemerintahan Kota Sukabumi. Diantaranya lewat pergerakan wakaf uang (Gawang). Diluar itu, pembangunan masjid ini juga memperoleh pertolongan dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Sumber dana pembangunan

Prediksi awal pembangunan masjid ini ternyata juga memerlukan dana yang relatif cukup besar,yakni sebesar Rp. 25 Milyar Rupiah. Dan dana itu datang dari Gubernur Jawa Barat kala itu sebesar Rp9 milyar, Lalu ditambah pula dengan dana APBD Kota Sukabumi sejumlah Rp1 miliar serta sumbangan warga berjumlah kurang lebih Rp3 miliar. Dana itu lalu ditambahkan dari anggaran APBD Kota Sukabumi pergantian Rp2,5 miliar, serta gagasannya ada sumbangan dari Gubernur sebesar Rp8 miliar. Sedang bekasnya seputar Rp2 miliar, didapatkan dari sumbangan warga dan dana dari beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Arsitektur Masjid

Rancangan serta bangunan masjid Agung Kota Sukabumi pasca perbaikan pada tahun 2013 masih menjaga skema bangunan masjid awalnya dengan bangunan induk yang mempunyai kubah dengan bentuk bulat,lalu juga sedikiy ditambahkan masing-masing  empat menara,dan di keempat menara itu terdapat juga penjurunya, walau memiliki bentuk keseluruhannya beralih keseluruhan.

Direncanakan jadi bangunan masjid kekinian, dengan kubah yang paling penting yakni kubah yang memiliki ukuran lumayan besar lalu ditambah pula dengan kubah bulat memiliki ukuran lebih kecil dibagian berandanya. Warna emas menguasai kubah masjid ini. Empat menara masjid ini memperoleh sentuhan berupa warna emas,lalu di samping iuga terdapat bagian sisi atasnya, dan juga beberapa ornamen sertas exterior masjid yang mana hal inijuga mendapatkan sentuhan warna yang hampir sama.

Yang sangat menarik serta jadi keunikan masjid ini ialah sisi pucuk menaranya yang tidak memakai kubah tetapi memakai bentuk basic bilah Kujang yang disebut senjata ciri khas warga Sunda, yang di susun simetris mirip satu kubah. Ornament ini lumayan menarik sebab tidak diketemukan di masjid lain di Jawa Barat.

Interior masjid di supremasi dengan balutan warna emas, lalu pada bagian keempat pilar besarnya, serta pilar-pilar yang menuju ke atap langit langit sampai sisi mihrabnya, dipadukan juga dengan pemakaian warna basic putih. Lafazd Allah dan semuanya itu dibangun serta berbentuk sangat simpel lalu keemudian hatixcdiletakkan pada dinding kiblat di mihrab berlatar warna gelap. Sesaat karpet masjid ini di supremasi warna merah, karpet yang dipesan spesial sesuai dengan perancangan serta denah ruangan masjid, empuk serta indah.

Seperti masjid-masjid yang ada sekitar kota lain,terdapat seuah  ruangan yang berada di area utama dalam masjid nampak luas, dengan hamparan karpet yang didominasi warna merah. Sejumlah tiang di sudut-sudut ruangan berdiri kokoh

Di lantai dua masjid, dominasi warna merah digantikan oleh sajadah dengan nuansa kehijauan. Dari lantai dua ini pengunjung dapat menikmati keseluruhan bangunan masjid, baik lantai bawah yang berkarpet merah maupun bagian atasnya yang dihias dengan lampu besar menggantung. Bagi sebagian pengjunjung, secara keseluruhan menikmati masjid bisa dirasakan dari lantai dua ini.

Terkait dengan syiar dan kegiatan keagamaan, masjid ini juga diramaikan dengan sejumlah kegiatan keislaman masyarakat kota Sukabumi.

Read More

Kemegahan Masjid Agung Kota Blitar

Masjid Agung Kota Blitar merupakan salah satu sebuah bangunan ibadah kuno yang mana merupakan tempat yang menyimpan banyak sekali kisah-kisah sejarah panjang dalam syiar agama Islam dan juga perkembangan masyarakat khusus nya warga sekitar Kota Blitar. Secara administratif saat ini masjid ini terletak di pusat Kota Blitar, tepatnya di sebelah barat Alun-alun Kota Blitar.

Kemegahan Masjid Agung Kota Blitar

Untuk mengungkap sejarah berdirinya Masjid Agung Kota Blitar telah menyatakan kepada salah seorang penjaga kantor Yayasan Masjid Agung Kota Blitar, yakni Izul (28). Dari data dan berbagai sumber yang diperoleh, menurut sejarah, dahulunya sebutan Kabupaten Blitar ini  masih bernama Kabupaten Srengat. Pada waktu itu yang bertindak sebagai penghulu atau hakim agama islam di Kabupaten Srengat adalah KY.R. Mohammad Kasiman.

Setelah nama Kabupaten Srengat berubah menjadi Kabupaten Blitar yang mana hal ini terjadi pada tahun 1820, yang mana kala itu yang menjadi penghulu pertamanya ialah KY.R. Imam Besari, disanalah tempat awal mula peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Blitar. Awalnya, bangunan masjid ini terdiri dari bangunan yang terbuat dari gebyog dan juga beratap sirap (dinding bambu tipis yang terbuat dari kayu jati) dan berdiri kokoh di bagian sisi utara jembatan kali Lahar Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Baca Juga: Wisata Religi Ke Masjid Agung Baitul Huda,Bengkulu

Secara sepintas, Masjid Agung Blitar yang sekarang ini berada di sebelah barat alun-alun ini tampak seperti bangunan tahun 1960-an yang mana bangunan tersebut terdiri dari dua lantai dengan bagian kolom-kolom yang terbuat dari bahan beton dan juga terdapat sebuah menara berwarna putih menjulang tinggi. Apalagi di bagian sisi kanannya (selatan) terdapat pula sebuah bangunan yang bertingkat dengan desain yang cukup kaku, yang mana hal itu sama sekali tidak mengindikasikan sebuah bangunan lama. Namun,akan tetapi jika dilihat lebih ke dalam lagi, maka kesan kunonya sebuah bangunan akan baru terasa. Pada bagian dalam tersebut masih memakai tegel lama, begitu pula dengan bagian kolom dan juga baloknya yang masih memakai kayu jati yang besar-besar.

Meskipun bentuk dan juga bahannya ini masih terbuat dengan bahan-bahan sederhana, namun masjid tersebut seolah-olah mampu bertahan hingga beberapa tahun kedepan, yang mana kala itu sangat minim sekali terjadi sebuah bencana yang membahayakan bangunan masjid itu. Hal ini disebabkan karena tidak mungkin bahwa masjid ini akan 100% persen terhindar dari musibah,beberapa tokoh agama islam pun menyatakan bahwa dapat terjadi berbagai macam bencana alam yang akan menimpa masjid Agung Blitar ini.

Masjid agung Kota Blitar yang berada di pinggir sungai aliran lahar memang membuat masjid tersebut rentan akan serangan dan terjangan banjir lahar dingin dari Gunung Kelud. Dan hal ini pernah tercatat setidaknya tiga kali lahar dingin ini menerjang bangunan masjid tersebut yaitu pada tahun 1826, 1835 dan 1848.

Pada terjangan banjir yang ke tiga, yang terjadi pada tahun ke 1848, masjid mengalami kerusakan yang cukup parah. dan juga menandakan bahwa bencana yang disebabkan ini akibat meletusnya Gunung Kelud tersebut,letusan gunung kelud itu juga tidak hanya merusak bagian utama masjid saja,namun juga secara signifikan mempengaruhi pemikiran tentang kelayakan Srengat sebagai ibukota Blitar. Karena banjir lahar yang kerap terjadi membuat jalannya pemerintahan terganggu. Apalagi kemudian, banjir juga menghancurkan rumah kediaman bupati pada waktu itu.

Maka setelah bencana tahun itu, pusat pemerintahan Kota Blitar, dan juga masjid agung-nya, serentak dipindahkan ke tempat yang sekarang ini di huni. Maka,pada saat itu Bupati Blitar yang dijabat oleh Raden Mas Aryo Ronggo Hadinegoro sedangkan untuk penghulu yang merangkap tetua masjid Jami’ yaitu Kyai Raden Kamaludin, keturunan kyai Kasiman penghulu Srengat, yang mana belaiu ini menggantikan Penghulu III Kyai R.Kasan Soehodo yang diangkat sejak tanggal 31 Maret 1946 hingga tahun 1848.

Ketika itu, bupati menunjuk sebuah tanah pada bagian timur sebagai Bumi Kanjengan (Batas sebelah barat  Jl. Masjid, sebelah timur Sungai Urung – Urung, sebelah selatan   Jl. Merdeka – Jl. A. Yani, sebelah Utara Jl. Anjasmoro – Jl. Pahlawan bila dilihat di zaman sekarang). Maka,untuk tempat kediaman Kanjeng dan juga kegiatan dinas sehari-hari ini akan dibangun rumah dinas Bupati lama (sekarang komplek pertokoan sebelah timur Gedung Dipayana yang pernah dipakai sebagai kantor CPM).

Sedangkan tanah sebelah barat bumi Kanjengan hingga Sungai Lahar, diserahkan pengaturannya kepada penghulu Blitar untuk bangunan Masjid dan menempatkan etnis Arab  di sebelah  utara  Masjid  kearah  barat. Dulu dikenal dengan nama Kampung Arab, selanjutnya setelah mengalami perkembangan menjadi nama Kauman. Melalui kegotongroyongan dan bantuan dana dari beberapa pihak, masjid dapat dibangun pada tahun itu juga (1848) dengan bahan kayu.

Pada tahun 1890, Penghulu Blitar, yang saat itu dijabat oleh Ky. Imam Boerhan, mempunyai prakarsa untuk bangunan masjid yang berbahan kayu tersebut dengan bahan bata. Dengan persetujuan bupati Blitar yang kala itu dijabat oleh R. Adipati Warso Koesoemo maka dimulailah tahap ke tiga pembangunan Masjid Agung Blitar. Pembangunan saat itu dilakukan secara bergotong royong. Umat Islam dari berbagai tempat di Blitar, baik di desa maupun di kota, setiap hari berdatangan untuk memberikan daya upayanya, baik moril maupun materi. Menurut catatan Penghulu Imam Boerhan, pembangunan tersebut dimulai pada hari Kamis Kliwon 12 Oktober 1890 M atau 20 Muharram 1303 H.

Pasca terjadinya sebuah pembangunan pada tahun 1890 masjid agung Blitar ini setidaknya pernah mengalami beberapa kali renovasi dan juga sedikit penambahan pada unsur-unsurnya. Ketika Pada tahun 1927 dibuat sebuah gapura dan setahun kemudian, yakni pada tahun 1928, dibangun sebuah menara yang berada di sisi sebelah kanan (selatan) masjid. Dan pada tahun 1933 masjid ini diperluas dengan penambahan serambi di bagian sisi kanan dan juga kirinya yang mana semuanya itu diarsiteki oleh KH. Muchsin Dawuhan yang mana beliau ini masih kerabat Penghulu Imam Boerhan. Desain tersebut setidaknya masih bertahan hingga sekarang kini, yang mana sekarang ini masih menjadi bagian dari dalam masjid. Namun,akan tetapi sebuah gapura dan juga menaranya  ini telah runtuh akibat adanya bencana alam yakni gempa bumi yang terjadi di Kota Blitar pada tanggal 20 Oktober 1958.

Selanjutnya pada tahun 1966 timbul pemikiran dari H. M. Bachri Pakunden, salah satu keturunan Ky. Imam Boerhan, untuk membangun kembali menara yang rusak. Keinginan tersebut baru dapat direalisasikan mulai 10 Agustus 1967 dengan pembentukan Biro Pembangunan Masjid Besar Kodya/Kab. Blitar dengan ketuanya Walikota Blitar R. Prawirokoesoemo.

Dalam pelaksanaannya, menara dibangun tidak lagi di tempat semula, tetapi di sebelah utara. Kemudian untuk memperluas daya tampung jamaah yang semakin meningkat sejak peristiwa 1965, dibangun pula serambi bertingkat yang diperkirakan akan dapat menampung hingga 5000 jamaah. Proses pembangunan tersebut dapat diselesaikan pada akhir 1971.

Read More

Kubah Masjid Agung Baitul Huda

Masjid Agung Baitul Huda adalah salah satu bangunan masjid agung yang mempunyai Kubah Masjid yang berukuran sangat besar,yang mana masjid ini berada di Kabupaten Mukomuko, provinsi Bengkulu. Yang mana masjid agung ini berada tepat di sebelah barat daya kantor Bupati Mukomuko yang ada di kelurahan Bandar Ratu, kecamatan Kota Mukomuko, kabupaten Mukomuko.

Pembangunan masjid agung ini menyusul juga dengan dibangunnya kompleks perkantoran milik pemerintahan kabupaten Mukomuko di Bandar Ratu seiring dengan terbentuknya kabupaten Mukomuko sebagai daerah otonomi baru hasil pemekaran dari kabupaten Bengkulu Utara.

Kabupaten Mukomuko ini dibentuk secara resmi berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 yang mana telah dalam undang-undang tersebut telah menetapkan sebuah pembentukan kabupaten yang ada di Mukomuko,dan secara resmi terpisah dari kabupaten Bengkulu Utara.

Kubah Masjid Agung Baitul Huda

Pembentukan kabupaten ini bersamaan juga dengan terbentuknya kabupaten baru hasil pemekaran yakni Seluma dan Kabupaten Kaur yang sama-sama terpisah dari Kabupaten Bengkulu Selatan. Kabupaten Mukomuko ini merupakan salah satu wilayah yang berada di kabupaten paling utara di provinsi Bengkulu berbatasan langsung dengan provinsi Sumatera Barat. Pada sisi sebelah barat kabupaten ini menghadap langsung ke Samudera Hindia.

Kota Mukomuko sebagai ibukota kabupaten Mukomuko sejatinya merupakan kota pesisir pantai Samudera Hindia, Masjid Agung dan komplek perkantoran Pemkab Mukomuko pun dalam radius setidaknya sekitar 1,5km dari arah bibir pantai kota mukomuko, demikian juga dengan Bandara Mukomuko yang mana juga dalam radius jarak yang sama. Yang menjadi daya Tarik dari masjid ini bahwa di seluruh kota Mukomuko ini termasuk kawasan bandaranya terhalang oleh aliran sungai yang cukup besar terhadap garis pantainya, mengingat aliran sungai tersebut sejajar dengan garis pantai.

Kabupaten Mukomuko merupakan salah satu daerah tujuan transmigrasi sejak tahun 1967 dimasa pemerintahan presiden Soeharto, program transmigrasi ke Mukomuko terakhir dilaksanakan tahun 2004. Adanya program tersebut juga turut memacu perkembangan ekonomi secara signifikan terhadap kota Mukomuko, meski kini secara demografis rasio penduduk asli Mukomuko justru sudah kalah jumlah dengan penduduk pendatang dari pulau Jawa.

Pembangunan Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko

Masjid Agung Baitul Huda yang ada di Mukomuko ini pertama kali dibangun diatas lahan yang dahulunya bekas perkebunan kelapa sawit, dari citra google map (diakses 6 Agustus 2019) yang mana masih terlihat jelas jejeran pohon kelapa sawit di lahan ini Masjid Agung yang masih belum dibangun. Begitupun dengan citra google street view yang mana kala itu diambil pada bulan September tahun 2015 yang masih menunjukkan bahwa lahan yang berada di sisi tenggara ruas jalan Imam Bonjol tersebut masih berupa lahan kebun kelapa sawit yang begitu subur.

Kubah Masjid Agung Baitul Huda

Masjid Agung Baitul Huda ini mulai dibangun pada tanggal 7 Mei 2018 dan direncanakan selesai pada tanggal 31 Desember 2018. Proyek pembangunan masjid ini juga dilaksanakan oleh PT. Bhakti Muda Mandiri, yang mana PT tersebut di andalkan sebagai penyedia barang dan juga jasa pemerintah. Peresmian masjid ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 19 Februari 2019 oleh bupati MukoMuko, Choirul Huda, yang mana dengan tanggal tersebut juga di bertepatan dengan hari jadi kabupaten Mukomuko yang ke 16.

Peresmian Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko ini juga ditandai dengan adanya penandatangan sebuah prasasti oleh Bupati Mukomuko dan juga didampingi oleh Wakil bupati, serta Pimpinan DPRD Kabupaten Mukomuko, Sekda dan unsur pimpinan FKPD, serta kedatangan tamu kehormatan Ustadz Drs. H. Wijayanto, S.sos., M.A. Selain meresmikan bangunan Masjid Agung, Pemkab Mukomuko juga secara terbuka mengumumkan bahwa nama Masjid Agung Mukomuko dengan nama Masjid Agung Baitul Huda. Acara peresmian tersebut dilanjutkan juga dengan serangkaian acara bertema tabligh akbar yang dihadiri juga oleh Ustadz Wijayanto.

Aktivitas Masjid Agung Baitul Huda

Untuk memakmurkan banguna  masjid kebanggaan masyarakat kabupaten Mukomuko ini,maka Pemkab Mukomuko telah memberlakukan shalat Zuhur berjamaah bagi para Pegawai yang ada di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mukomuko setiap hari kerja.

Di masjid ini juga kerap sekali diselenggarakan beberapa acara bertajuk agama islam seperti pengajian rutin yang dilakukan setiap malam jum’at yang mana diikuti juga oleh pagawai yang kerja di lingkungan pemkab Mukomuko dan juga berbagai elemen masyarakat umum, terutama masyarakat yang tinggal disekitar masjid.

Masjid Agung ini juga menjadi salah satu pusat utama dalam  kegiatan ke-Islaman yang ada di kabupaten Mukomuko termasuk juga beragam acara pelaksanaan peringatan hari besar Islam, manasik haji dan lain sebagainya. Pengelolaan masjid ini sampai saat ini masih di bawah kendali dari pihak kantor kementerian Agama Islam Kabupaten Mukomuko. Masjid Agung Baitul Huda ini nantinya juga akan disiapkan untuk pelaksanaan kegiatan MTQ Tingkat Provinsi Bengkulu Ke-XXXIV tahun 2019 yang mana dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 7 hingga 12 Oktober 2019. Pemkab setempat saat ini juga sedang mempercepat pembangunan landscaping yang berada di kawasan di sekitar masjid untuk menyambut acara tingkat provinsi Bengkulu tersebut.

Arsitektur Bangunan Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko

Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko ini dibangun dalam rancangan masjid bergaya modern dengan denah dasar segi empat simetris, dilengkapi juga dengan beranda di masing masing tiga sisi di setiap bangunan kecuali pada bagian sisi kiblat yang mana dibangun ruang mihrab.

Masing masing pada  sisi masjid ini juga dilengkapi dengan delapan buah pilar yang mana pilar tersebut juga secara lurus dapat dihubungkan langsung dengan lengkungan pilar besi yang bercorak khas dari Andalusia. Bagian atap masjid seluruhnya juga menggunakan atap cor dan pada bagian tengah atapnya juga ditempatkan satu kubah besar.

Eksterior pada banguna masjid Baitul Huda ini juga menggunakan warna dasar abu abu gelap yang mana warna tersebut dipadukan juga dengan warna coklat muda dan warna putih. Untuk bagian kubah besarnya dominan sekali berwarna kuning emas dengan sedikit aksen berwarna hijau tua.

Lalu pada bagian puncak kubah masjid juga dihiasi dengan lafazd Allah. Masjid ini juga dilengkapi dengan empat menara berwarna putih dibangun di kempat penjuru atap masjid. Bagian pada puncak masing masing menara juga ditempatkan sebuah kubah berukuran kecil,dengan warna yang senada dengan kubah utama masjid.

Ruang utama yang difungsikan untuk shalat juga dibangun dengan sangat luas yang mana di sinyalir mampu menampung hingga seribu lebih Jamaah. Interior pada bangunan masjid ini juga dihiasi dengan berbagai macam ornamen yang terbuat dari bahan gypsum serta lapisan baja ringan.

Mayoritas ruang  yang ada dalam masjid ini juga menggunakan warna dasar putih dengan perpaduan warna abu abu gelap yang menyelimuti pada bagian pilar pilarnya. Untuk area di sekitar mihrab juga dihiasi dengan bahan gypsum yang dominan mempunyai warna coklat.

Sedangkan pada bagian dalam kubah dihiasi juga dengan sebuah ornamen lukis bermotif floral yang mana motif tersebut begitu senada dengan satu lampu gantung berwarna ke-emasan yang ada di ruang utama Masjid

Read More

Hanger Besi Wenengpaten

Memasuki Desa Wenengpaten kita akan bertemu tumpukan besi-besi yang dipotong sama panjang. Ya, desa ini memang mengolah besi menjadi barang lebih bernilai. Desa Wenengpaten memiliki keunikan dari sisi UMKM warganya, bagaimana tidak.

Desa yang mayoritas penduduknya petani dan buruh industri ini memiliki salah satu warga yang terampil dalam membuat hanger baju. Hanger atau gantungan baju yang diproduksi di Desa ini merupakan bentuk pengolahan limbah industri yang berada di sekitar Kecamatan Gampeng hingga Papar.

Simak juga nih Jenis Ikan Hias Air Tawar

Rowi, 37, pemilik dari usaha produksi hanger Desa Wenengpaten menjelaskan bila ia sudah lama menggeluti bisnis hanger dengan bahan dasar besi ini. “Ini tahun ke 10 saya usaha mandiri hanger besi mbak,” jelasnya. Ia menjelaskan bila usaha hanger dilatar belakangi oleh riwayatnya yang pernah ikut perusahaan pembuatan hanger besi

Read More

Keren Nih Mengolah limbah Jadi Rupiah

Memasuki Desa Wenengpaten Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri, kita akan bertemu tumpukan besi-besi yang dipotong sama panjang. Ya, desa ini memang mengolah besi menjadi barang lebih bernilai. Desa Wenengpaten memiliki keunikan dari sisi UMKM warganya, bagaimana tidak. Desa yang mayoritas penduduknya petani dan buruh industri ini memiliki salah satu warga yang terampil dalam membuat hanger baju. Hanger atau gantungan baju yang diproduksi di Desa ini merupakan bentuk pemanfaatan limbah industri yang berada di sekitar Kecamatan Gampeng hingga Papar.

Rowi, 37, pemilik dari usaha produksi hanger Desa Wenengpaten menjelaskan bila ia sudah lama menggeluti bisnis hanger dengan bahan dasar besi ini. “Ini tahun ke 10 saya usaha mandiri hanger besi mbak,” jelasnya. Ia menjelaskan bila usaha hanger dilatar belakangi oleh riwayatnya yang pernah ikut perusahaan pembuatan hanger besi . Dari segi bahan bakunya Rowi juga mengaku bila ia tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya, pasalnya ia bekerja sama dengan perusahaan- perusahaan besar yang terletak disepanjang Jalan Kediri-Kertosono.

Simak juga nih yang pengen punya ikan hias Jenis Ikan Hias Air Tawar

“Biasanya kawat yang dibuat ngikat kertasnya rokok dipabrik itu saya yang ambil mbak, saya jadikan bahan baku untuk usaha saya,” terang ayah 2 anak ini sambil menekuk besi-besinya.Ia juga belum berniat untuk menekuni usaha lain, dari usaha inilah ia mampu menghidupi keluarga dan mensejahterakan karyawannya. Tidak hanya hal tersebut, Rowi dan 6 karyawannya yang mayoritas warga Desa Wenengpaten ingin mengurangi dampak limbah besi serta merubahnya menjadi memiliki nilai jual.

Bunasir sebagai kepala desa Wenengpaten mendukung penuh adanya kegiatan produksi hanger didesanya. “Hanger itu simple mbak, tapi dia itu alat rumah tangga. Jadi pasti laku dan membantu perekonomian sebagian warga saya,” terangnya sambil tersenyum. Ia juga menjelaskan kepuasannya terhadap apa yang dilakukan Rowiyang mampuy memasarkan produknya sampai ke wilayah Lamongan. (c2)

Read More

Pembangunan Balai Desa

Dalam mengambil kebijakan, kepala desa tidak bisa lepas dari usulan dari masyarakat. Sehingga dibutuhkannya ruang pertemuan yang dapat membantu menfasilitasi kegiatan musyawarah untuk interaksi antara kepala desa serta warganya.

Desa Turus Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri ini sebelumnya sudah memiliki Balai desa, hanya saja dari segi ukuran memiliki perbedaan. “Ini dulu kecil, sekarang dibuat besar biar sekalian bisa untuk olahraga warga dan perangkat desa mbak,” kata Bagus sambil tersenyum. Ia juga menjelaskan bila balai desa sebelumnya berdiri bersamaan dengan bangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes). “Balai desa ini  direhab selama dua periode, pertama pada Juli 2016 hingga direhab kembali pada Juli 2017 dengan menggunakan Alokasi Dana Desa  (ADD),” tambahnya.

Simak nih yang Pengen tau Jenis Ikan Hias Air Tawar

Pembangunan balai desa yang baru selesai November lalu ini merupakan hasil dari rembuk warga. “Kami rembukan tingkat dusun dulu, lalu diangkat ke musyawarah perencanaan dan pengembangan desa berdasarkan skala prioritas ternyata hasilnya balai desa,” ungkap Bagus Jatmiko selaku Tim Pengelola Kegiatan (TPK). Ia juga menjelaskan adanya pembangunan balai desa ini tidak hanya untuk pertemuan saja, melainkan untuk sarana olahraga bulu tangkis hingga senam ibu-ibu tiap mingggunya.

Hal lain diungkapkan Sugarman selaku kepala desa. “Dari balai desa kecil, lalu tambahan sarana olahraga hingga penambahan fasilitas kamar mandi dalam dari bantuan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” terang orang nomor satu di Desa Turus ini. Tidak hanya itu saja, ia juga menjelaskan bila balai desa  yang direnovasi tersebut pernah digunakan warga Desa Turus untuk kegiatan hajatan keluarga dan tanpa dipungut biaya sewa. (c2)

Read More

Keren nih Dari Jahit Baju Sendiri hingga Terima Orderan

12 Oktober 2016 merupakan hari bersejarah bagi ibu-ibu Desa Turus Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri. Bagimana tidak, Rukoyah istri dari Kepala Desa Turus ini mulai memanfaatkan bangunan tua milik orang tuanya untuk kegiatan jahit menjahit. Menjelang tahun kedua ini, kelompok jahit yang diberi nama UKM Sejahtera  semakin berkembang didukung adanya bantuan dana dari pemerintah daerah melalui pengadaan mesin jahit.

“Kelompok jahit ini dibentuk untuk semakin berkarya dan produktif terutama bagi ibu-ibu rumah tangga,” ungkap Sugarman. Ia juga menjelaskan berdirinya kelompok jahit ini tidak lepas dari peran istrinya selaku ketua PKK di desanya, Rukoyah. Kelompok jahit yang diikuti oleh ibu-ibu usia produktif ini rutin menjalani aktifitas jahit menjahit setiap harinya kecuali hari Minggu dan hari libur. “Awalnya dari keikutsertaan ibu-ibu ikut pelatihan jahit 2016 dan 2017,lalu sering kumpul akhirnya bikin kelompok jahit,” kata Sugarman.

Simak juga nih Jenis Ikan Hias Air Tawar

Diawali dari hal yang tidak bisa, lalu mengikuti pelatihan hingga muncul minat serta sering bertemu untuk menjahit secara bersamaan merupakan awal dari kelompok UKM Sejahtera ini mulai menerima order dalam jumlah kecil. “Kami sejauh ini mampu menyelesaikan jahitan seragam sekolah, seragam PKK, baju, gamis hingga sprei mbak,” kata Rukoyah. Ia juga menjelaskan bila ibu-ibu didesa yang dipimpin oleh suaminya ini memiliki semangat yang tinggi untuk menghasilkan karya. Hal serupa juga diungkapkan oleh Sunarti, 55, warga asal desa Turus. “Saya walaupun sudah 55 tahun masih bisa lihat lubang jarum,” terangnya sambil menjahit kain.

Disisi lain Mujiani,37, selaku peserta UKM Sejahtera juga mengungkapkan. “Biar nggak nganggur, biar ikut pelatihannya tidak sia-sia sampe sekarang,” terangnya sambil tersenyum. Pemasaran produk jahitan mereka dijual melalui titip ke toko baju, serta dari mulut ke mulut. “Kita titipkan mbak, atau diiderkan (diputarkan) gitu.Terus dari mulut ke mulut ibu-ibu,” tambahnya sambil memasang kancing.

Mulai berjalannya usaha jahit oleh ibu-ibu Desa Turus ini bukan berarti tidak menjumpai halangan. “Kita sering terbentur dana mbak, jadi setelah dagangan laku ya kita belikan kain yang baru lagi untuk model baru,” pungkas Mujiani. (c2)

Read More

Sosok Kepala Desa Harus Bisa Memperjuangkan Masyarakat

Sosok Kepala Desa Turus Kecamatan Gampeng Kabupaten saat ini ada pada Sugarman. Ya, laki-laki yang lahir pada April 1969 ini menjabat selama dua periode untuk kepala desa Turus.  Ia pertama kali menjabat sebagai kepala desa tahun 1999 dan ditahun kedua dimulai tahun 2013.

Awal dari jejaknya sebagai kepala desa, Sugiman memiliki cerita tersendiri. “Orang tua nyuruh pulang dari perantauan, ternyata supaya saya bisa mencalonkan kepala desa,” katanya sambil tersenyum. Ayah dari 2 anak ini juga mengaku mendapatkan panggilan hati untuk memberikan yang terbaik bagi desanya. “Kita harus bisa memperjuangkan masyarakat lebih sejahtera serta mengangkat sisi ekonomi,” kata Sugarman. Laki-laki yang dulunya pernah bekerja sebagai karyawan disalah satu perusahaan es krim di Indonesia ini memandang warganya memiliki semangat gotong royong yang tinggi dan masih menjaga adat istiadat. Hal inilah yang membuatnya ingin memperjuangkan warganya.

Simak juga nih jenis ikan hias air tawar

Dalam mengambil kebijakan ia mengambil skala prioritas sesuai kesepakatan bersama warganya. Sosok yang dikenal sabar dan kalem ini berhasil mendirikan kelompok jahit ibu-ibu dengan istrinya, Rukoyah. “Mencoba memanfaatkan rumah yang kosong untuk kegiatan jahit menjahit ibu-ibu disini,” ungkapnya sambil menunjuk ke arah rumah kuno tempat kegiatan jahit ibu-ibu di Desanya. Ia juga menjelaskan bila memperjuangkan masyarakat tidak harus dengan sesuatu yang langsung wah,melainkan dengan hal kecil tapi terlihat perubahannya.(c2)

Read More

Jenis Ikan Hias Air Tawar Paling Digemari

Ikan Tawar – Anda senang mengoleksi ikan hias di dalam kolam ataupun aquarium?
Jangan bilang Anda adalah pakar ikan hias jika tidak mengetahui 29 jenis ikan hias
berikut ini.

Sudah menjadi pengetahuan umum jika Indonesia adalah salah satu negara dengan
biodiversitas tertinggi. Tidak heran jika spesies ikan hias air tawar yang dimiliki
negara ini sangat banyak. Menurut data dari KKP, Indonesia memiliki lebih dari 400
jenis ikan hias air tawar dari 1.100 yang diperdagangkan di seantero penjuru dunia.

Jenis Ikan Hias Air Tawar
 Ikan Hias Air Tawar Terbesar – Ikan Araipama
Ikan Araipama adalah jenis ikan hias yang berasal dari daerah tropis Amerika
Selatan. Nama latin dari ikan ini adalah Araipama gigas. Nama lain dari ikan
Araipama adalah Pirarucu dan Paiche.
Ikan ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia. ukuran tubuhnya bisa
mencapai panjang 2,5 meter dengan berat lebih dari 100 kilogram. Araipama masih
satu keluarga dengan ikan Arwana yang cukup populer di kalangan pecinta ikan
wilayah Asia Tenggara.

Meski sangat eksotis, tapi keberadaannya terancam. Sebab, banyak kolektor ikan
yang memburunya secara ilegal. Di Amerika Selatan, ikan Araipama kerap
ditangkap dengan tujuan untuk diekspor ke luar negeri. Selain itu, masyarakat
lokalnya juga menjadikan ikan Araipama sebagai ikan konsumsi, sehingga jenis ikan
ikan sudah mulai sulit ditemukan di alam liar.

Pemerintah Negara Brazil pun turun tangan dengan mengeluarkan larangan
menangkap ikan Araipama. Pemancing hanya diperbolehkan menangkap ikan di
daerah terpencil khusus yang terletak di lembah Amazon. Penangkapan pun hanya
boleh dilakukan oleh masyarakat setempat untuk tujuan konsumsi.

 Ikan Hias Terpopuler di Asia – Ikan Arwana
Seorang pecinta ikan sudah pasti memiliki koleksi ikan Arwana di dalam
aquariumnya. Sehingga, menjadikan ikan Arwana sangat populer, terutama di
wilayah Asia khususnya Indonesia. daya tarik ikan Arwana terletak pada kecantikan
sisiknya.

Nama latin dari ikan Arwana adalah Scleopages sp. Kerap juga disebut dengan ikan
naga atau dragon fish, Saratoga, barramundi, kelesa, pla tapad, kayangan, siluk,
peyang, arwana, dan tangkelese. Ikan ini banyak diminati karena adanya mitos
bahwa memeliharanya di dalam rumah bisa mendatangkan keberuntungan serta
dapat melindungi rumah dari arwah yang mengganggu.

Baca juga nih Jual Ikan Koi 

Terlepas dari percaya atau tidaknya Anda terhadap mitos ini, sebenarnya, ikan
Arwana lebih banyak dipelihara karena unik dan memiliki ciri khas tersendiri. Yaitu,
terdapat dua buah sungut di bawah bibirnya. tahukah Anda jika sungut itu bukanlah
hiasan semata, akan tetapi memiliki fungsi sebagai sensor getar yang digunakan
oleh ikan Arwana untuk mengetahui posisi mangsa.

Bukan hanya itu, gerakan renang ikan yang meliuk-liuk indah serta sisik yang
gemerlap memantulkan cahaya membuatnya tampak elegan.

 Ikan Hias Keperakan – Bala Shark

Meskipun diberi nama Bala Shark tapi ikan ini tidaklah ganas, kok! Bukan juga
berasal dari tipe predator. Anda tetap bisa memeliharanya di dalam aquarium
dengan jenis ikan hias air tawar lainnya.

Ciri khas ikan Bala Shark adalah warna tubuhnya perak dengan garis hitam pada
bagian ekor, punggung, sirip, dan beberapa bagian tubuh lainnya. Ikan hias ini
memiliki mata yang besar yang berfungsi untuk mendapat makanan. Panjang dari
Bala Shark bisa mencapai 35 cm atau 14 inchi.

Habitat asli Bala Shark ada di sungai-sungai besar yang dalam. Ikan ini
mengonsumsi krustacea kecil, fitoplankton, rotifer, larva kecil, serangga, dan
sebagainya. tipe ikan yang satu ini mudah beradaptasi dengan keadaan air yang
berbeda-beda.

Akan tetapi, kondisi air yang paling ideal untuk keberlangsungan hidupnya adalah
yang memiliki pH 6 – 8 dengan suhu 22 – 28 derajat Celcius. Akan lebih baik jika
aquarium juga ditutup, sebab Bala Shark merupakan tipikal jumper terlebih jika ia
sedang merasa stress, merasa terancam bahaya, serta kelaparan.

Ikan Kecil Dan Senang Bergerombol – BarbirIkan Barbir berukuran kecil dan berasal
dari suku Cyprinidae. Ikan jenis ini umumnya dipelihara dalam aquarium dan sangat
suka bergerombol. Ikan Barbir memiliki dua tipe, yaitu:
Barbir (Puntius Conchinius)
Ukuran tubuh yang bisa dicapai oleh ikan Barbir adalah 7 cm. bentuk ikan jantan
lebih kecil dan ramping. Sedangkan ikan betina lebih besar dan gemuk. Varian dari
ikan Barber juga sangat beragam. Salah satunya ikan albino.

Ada juga ikan Barbir yang memiliki sirip panjang. Habitat aslinya ada di Afganistan,
India, Nepal dan Pakistan. Dan juga Bangladesh. Ikan Barbir lebih banyak hidup
pada air mengalir.

Checker Barb (Puntius Oligolepis)
Kemampuan tubuh Checker Barb untuk bertumbuh hanya terbatas pada ukuran
panjang 5 cm saja. di Sumatera, ikan ini dikenal dengan nama wader. Hidupnya
bergerombol dan mengkonsumsi hewan kikroskopis layaknya moluska, udang kecil,
dan aneka tumbuhan.

Gerak dari ikan ini cukup unik, yaitu dengan posisi kepala yang menghadap ke arah
bawah untuk mencari makanan. Ikan ini banyak ditemukan di Indonesia sebagai
salah satu ikan hias yang dijual dengan harga yang murah.

 Ikan Hias Predator Eksotis – Ikan Belida
Nama latin dari ikan predator yang eksotis ini adalah Notopetrus chitala H.B. ikan ini
mudah ditemukan di wilayah Indonesia dan juga sebagian negara-negara Asia
Tenggara lain. Ikan Belida biasa ditemukan pada anak sungai yang dekat rawa
seperti di Sumatera, Kalimantan, dan juga Jawa Barat.

Ikan Belida merupakan ikan karnivora. Meski biasa dijadikan sebagai ikan hias, tapi
juga bisa dikonsumsi. Rata-rata berat badan ikan belida adalah 1,5 hingga 7
kilogram. Nah, jadi bisa disimpulkan bahwa ikan Belida memiliki ukuran yang cukup
besar, sehingga butuh aquarium yang lapang serta memiliki pasokan oksigen yang
cukup besar.

Ukuran ideal pemeliharaan ikan Belida adalah sekitar 2 x 1,5 meter dengan
ketinggian air mencapai 45 cm. Temperatur airnya sendiri bisa diatur kurang lebih 20
hingga 30 derajat Celcius. Sebab ikan Belida lebih sering hidup di area sungai, maka
alangkah baiknya jika aquarium dibuat dengan sistem mengalir.

Sebaiknya Anda hindari memelihara ikan Belida dengan ikan lain yang berukuran
lebih kecil di dalam aquarium yang sama. Pakan ikan Belida diantaranya anakan
lele, anak udang dan ikan mas. Meski begitu, jangan berikan ikan lele lokal karena
memiliki patil yang tajam. Jika sudah beranjak dewasa, bisa diberikan pakan berupa
kodok.

 Ikan Hias Hijau Zaitun – Black Tetra
Meskipun memiliki nama Black Tetra, tapi tidak berarti seluruh tubuhnya berwarna
hitam. Warna hitam hanya terdapat pada dua sisi tubuhnya dengan bentuk garis-
garis dan berjumlah 3 buah di tiap sisinya.

Warna punggung dari ikan Black Tetra adalah hijau zaitun sedangkan perutnya
berwarna putih keperakan. Ikan Black Tetra mudah berkembang biak meskipun ada
di air yang tidak mengalir. Alat kelaminnya mulai berkembang dengan baik pada
ukuran 3,75 cm. sedangkan perkembangan tubuh yang paling optimal dari ikan ini
adalah 7,5 cm.

Meski potensi berkembang biak cukup tinggi, akan tetapi hasilnya kurang
memuaskan sebab induknya gemar memakan telur sendiri, untuk itu, Anda harus
cepat memisahkan induk begitu ia mulai bertelur.

Black Tetra adalah perenang yang aktif, serta memiliki karakter agresif. Ikan ini
seringkali mengganggu jenis ikan lain yang ukurannya lebih kecil. Akan lebih baik
jika Black tetra dipelihara pada aquarium yang berukuran besar. Sedangkan ikan
yang bisa dipelihara bersama adalah kan dengan ukuran yang seimbang.

 Ikan Bulu Ayam – Black Ghost
Ikan yang berasal dari Suriname dan Sungai Amazon ini memiliki nama latin
Apterontus albifrons. Ada banyak julukan untuk ikan Black Ghost. Diantaranya “Si
Bulu Ayam” karena bentuk tubuhnya sekilas mirip dengan bulu ayam. Selain itu, ikan
Black Ghost juga diberi julukan “Ikan Penari Balet” karena gerakan di dalam air yang
lentur dan lincah.

Nah, julukan terakhir untuknya adalah “Setan Hitam”, sebab warna tubuhnya hitam
kusam dengan bagian tubuh pangkal ekor yang dililit warna putih. Ikan ini cukup unik
karena kerap sembunyi pada tempat yang gelap di siang hari. ia mulai beraktivitas
justru pada malam hari.

Panjang tubuhnya dapat mencapai 47 cm. Meskipun memiliki nama setan hitam,
tetapi sejatinya ikan ini sangat jinak dan mudah bersahabat dengan ikan lainnya.

 Ikan Hias Air Tawar Langka – Botia
Ikan ini memiliki nama dagang Clown Loach dan bernama latin Chromobotia
macracanthus. Ikan Botia merupakan ikan yang asli dari perairan Indonesia, terlebih
dari sungai di Kalimantan dan Sumatera Selatan.

Ikan Botia digemari oleh kolektor ikan hias di seluruh dunia. ekspor ikan Botia tidak
pernah mengalami penyusutan dari tahun ke tahun. Namun, ikan Botia sulit

ditangkarkan dan kelestarian di alam dapat terancam. Sebab, penangkapan ikan
Botia yang dilakukan secara terus menerus.

 Ikan Jubah Cardinal – Cardinal Tetra
Disebut dengan ikan jubah cardinal karena memang memiliki warna mirip dengan
jubah seorang cardinal. Karakteristik garis biru yang mencolok serta garis merah
pada bawah sirip muka sampai ke ekor membuatnya sangat unik.

Ikan ini memiliki nama latin Paracheirodon Axelrodi yang berasal dari keluarga
Characin dari ordo Characiformes. Habitat aslinya ada di Sungai Orinoco atas serta
Sungai Rio Negro Amerika Selatan. Tubuh ikan ini bisa mencapai panjang sekitar 3
cm (1,25 inci). Ikan ini sangat populer di kalangan pecinta ikan hias.

Sepintas, penampilan dari ikan Cardinal Tetra mirip dengan Neon Tetra, bahkan
seorang awam akan sulit membedakan keduanya. Namun, jika Anda lebih teliti,
perbedaan keduanya akan terlihat jelas. Yaitu pada Neon Tetra, warna merahnya
berawal dari hidung hingga setengah sisi tubuhnya. Serta warna birunya tampak
kurang sempurna.

 Ikan Lele Cantik – Catfish
Jika mendengar tentang ikan lele, yang terbesit adalah ikan konsumsi yang cukup
lezat. Namun, tidak dengan yang satu ini, ikan red tail catfish ini tergolong sebagai
ikan lele hias yang digemari oleh banyak penghobi ikan hias. Ukuran dari ikan ini
bisa mencapai 1 meter ketika dewasa.

Bentuk tubuhnya memang mirip dengan ikan lele biasa. Namun, mempunyai warna
serta corak yang indah nan memanjakan mata.

 Ikan Hias Pemendar Warna Emas – Congo Tetra
Ikan Congo Tetra masuk pada family Characidae dengan nama ilmiah Micralestes
interruptus. Ikan yang satu ini mudah berkembang biak dan senang hidup
berkelompok. Anda bisa menerka asal ikan ini berdasarkan namanya. Ya betul, dari
Congo, Afrika.

Seperti ikan cupang dan guppy, Congo jantang memiliki harga yang lebih mahal
ketimbang sang betina. Sebab, ikan jantan memiliki sirip punggung yang memanjang
dan mirip dengan rumbai-rumbai. Bahkan, sirip tersebut bisa sampai ke ekornya.

Nah, jika Anda meletakkannya di bawah sinar lampu, maka ia akan memancarkan
sinar warna emas dan turquoise. Bukan hanya bentuk fisiknya saja yang cantik,
Congo Tetra dapat mencapai ukuran yang lebih besar ketimbang jenis ikan Tetra
lainnya.

Congo Tetra betina bisa mencapai panjang tubuh sampai 6 cm, dan yang jantan
sampai 8 cm. Temperatur yang paling ideal untuk hidup Tetra Congo adalah 25 – 27
derajat Celcius.

 Ikan Tikus Tukang Bersih-Bersih – Corydoras
Ikan yang memiliki nama latin Corydoras aenes ini berasal dari perairan Venezuela
dan Trinidad Amerika Selatan. Pada habitat aslinya, ikan ini hidup bergerombol serta
senang berenang pada dasar sungai dengan kelompoknya.

Jika dilihat secara fisik, ikan ini masih berkerabat dengan lele karena kumis dan
senjata patil tajam yang ada di bawah siripnya. Jika terganggu dan stress, ikan

Corydoras akan mengeluarkan patil demi melukai lawan. Warna ikan ini sangat
menarik, yakni totol-totol hitam dengan dasar putih.

Sisi kumis dan siripnya berwarna kekuningan. Ikan ini akan terlihat lebih menarik jika
diletakkan dalam aquarium. Nah, ikan hias ini juga disebut dengan tukang bersih-
bersih. sebab ikan Corydoras akan mencari bekas makanan pada dasar air dengan
mengoreknya. Usia ikan ini cukup panjang yaitu bisa mencapai 15 tahun. Meski
begitu, ukurannya hanya bisa mencapai 10 cm.

 Ikan Petarung yang Mempesona – Ikan Cupang
Ikan hias air tawar yang satu ini cukup mudah ditemukan di Indonesia. Bahkan,
banyak dijual bebas dan dijajakan keliling oleh penjual ikan hias. Ikan yang memiliki
nama latin Betta sp ini memiliki sifat petarung dan agresif. Ia senang menyerang
untuk menjaga wilayahnya.

Habitat ikan cupang asli ada di wilayah Asia Tenggara seperti Thailand, Indonesia,
Vietnam, Brunei, Kamboja dan Malaysia. Ia mudah ditemukan pada rawa-rawa,
sawah, lubuk, serta selokan yang menggenang. Di dalam klasifikasi ilmiah, ikan ini
masuk pada keluarga Osphronemidae, dengan spesies Betta sp.

Dalam Fish Identification hingga saat ini, sudah ditemukan 73 spesies ikan cupang
yang ada di alam liar. Ikan cupang memiliki daya tarik berupa warna tubuh yang
cantik, bentuk sirip indah, serta gerakannya yang tenang nan mempesona. Ikan
cupang terdiri dari 3 kelompok, yaitu cupang aduan, cupang hias, serta cupang liar.

Ikan cupang asli Indonesia adalah Betta channoides yang asalnya dari Pampang,
Kalimantan Timur. Ikan cupang merupakan ikan yang mudah untuk dibudidayakan.

Tidak dibutuhkan tempat yang terlalu luas dan modal besar untuk membudidayakan
cupang. Bahkan, ikan cupang bisa dikerjakan sebagai usaha rumahan.

Keistimewaan dari ikan cupang ada pada daya tahan tubuhnya. Ikan ini bisa hidup
bahkan pada air yang minim oksigen. Anda tetap bisa memeliharanya pada toples
kecil meski tidak menggunakan aerator. Hal ini disebabkan karena cupang memiliki
rongga labirin layaknya paru-paru manusia. Sehingga, labirin tersebut bisa membuat
cupang bertahan dalam lingkungan yang miskin oksigen sekalipun.

 Ikan Hias Tropis yang Suka Bersembunyi – Ikan Discus
Aquarist saat ini berlomba-lomba mengoleksi ikan Discus. Bahkan, banyak usaha
pembudidaya ikan yang melakukan mutasi genetika untuk menghasilkan varietas
baru. Nah, habitat aslinya sendiri ada di wilayah Sungai Amazon. Ikan ini juga
masuk dalam spesies ikan tropis Cichlid.

Spesies Cichlid biasanya tumbuh dengan optimal di Afrika. Namun, tidak dengan
Discus, sebab ia tinggal di daerah Peru, Brasil, serta Venezuela. Ikan ini senang
dengan habitat sungai yang memiliki arus tenang dan tidak terlalu deras. Cara
Diskus untuk mempertahankan hidup adalah dengan berada pada ranting-ranting
untuk menghindari ikan predator yang lebih besar.

Meskipun saat ini sudah terbentuk banyak pola ikan yang baru, tetapi kurang pas
untuk dibudidayakan untuk pemula. Sebab, diperlukan perawatan ekstra dana
ketimbang ikan hias lain.

 Perenang Dasar Air – Ikan Flying Fox

Flying Fox atau Epalzeorhynchos kalopterus merupakan ikan hias air tawar yang
cukup banyak disenangi para pecinta ikan hias. Ikan Flying Fox berasal dari family
Cyprindae serta tersebar di Asia Tenggara, terutama Indonesia (ada di Jawa,
Sumatera serta Kalimantan, Thailand dan Semenanjung Malaysia.

Ikan Flying Fox ditemukan bebas pada Pulau Kalimantan yaitu pada wilayah dekat
Banjarmasin. Pun, di Sungai Barito dan Kahajan (Kalsel), ada juga di Kapuas
(Kalbar). Sedangkan di Sumatera, ada di Sungai Indragiri, Musi, dan Batanghari.

Ikan ini hidup sebagai perenang pada dasar perairan yang memiliki arus deras. Ia
lebih senang ada di dasaran pasir dan bebatuan. Ikan Flying Fox bisa ditemukan
pada area yang tergenang air pada hutan rimba di musim hujan. Ciri-ciri ikan ini
adalah memiliki tubuh yang memanjang serta sisi perut datar.

Punggung ikan ini memiliki warna hijau tua dan coklat. Sedangkan pada bagian
perutnya berwarna putih kekuningan. Terdapat garis hitam kecoklatan yang
membujur dari mulut, sampai pangkal ekornya. Matanya memiliki iris berwarna
kemerahan. Sedangkan semua siripnya memiliki bayangan warna hitam dengan tepi
putih serta transparan.

Jika dipelihara dalam aquarium, ikan ini hanya bisa mencapai panjang 11 cm. ikan
yang berjenis kelamin betina memiliki badan yang lebih besar ketimbang ikan jantan.
Akan tetapi, sulit dibedakan jika ikan masih muda. Makanan ikan Flying Fox adalah
alga hijau. Jadi, cocok untuk mengurangi populasi alga yang ada di aquarium.

Sifat Flying Fox adalah omnivore dengan makanan utamanya adalah crustcea kecil,
alga, serta serangga kecil lainnya. Ikan ini juga bisa diberi makan pelet dan sayuran

berupa mentimun, selada, dan juga bayam. Untuk meningkatkan warnanya agar
terlihat lebih menarik, Anda bisa memberikannya pakan hidup yang memiliki ukuran
kecil maupun pakan beku layaknya daphnia, bloodworm, artemia, dan palet
berbahan sayur.

 Ikan Hias Transparan Layaknya Kaca – Glassfin
Ikan Glassfin adalah salah satu dari jenis ikan Tetra. Ikan ini mempunyai panjang
tubuh antara 2 hingga 3,5 cm. daya tarik dari ikan ini adalah badan yang transparan
layaknya kaca. Jadi, Anda bisa melihat isi perutnya dengan jelas.

Ekor ikan Glassfin berwarna merah. Cara hidupnya adalah dengan berkelompok.
Jadi, aquarium Anda akan tampak lebih cantik dan menarik jika diisi dengan ikan
Glassfin dalam jumlah yang banyak.

 Si Mungil yang Cantik – Guppy
Karena bentuk dan warnanya yang indah, ikan ini sangat disukai oleh para aquarist.
Ikan Guppy ditemukan pertama kali di Venezuela pada tahun 1859. Selain itu,
Guppy juga ditemukan di Guyana dan Kepulauan Karibia.

Nama latin ikan Guppy adalah Poecilia reticulate. Ia masuk pada ordo Cy
rinododontiformes dengan family Poeciliidae. Meskipun memiliki warna yang
menarik dan bentuk tubuh aduhai, ikan ini memiliki ukuran yang lebih kecil
ketimbang ikan hias lainnya.

Panjang pejantan bisa mencapai 2 – 3 cm. lain halnya dengan Guppy betina yang
bisa mencapai panjang 4-6 cm. warna ikan yang biasa muncul adalah kebiruan,

kekuningan, merah, silver, serta kombinasi lainnya. Ikan ini dapat berkembang biak
dalam periode 21-20 hari serta tergantung akan suhu airnya.

Setiap indukan bisa menghasilkan 80-100 ekor anakan ikan dalam setiap
periodenya. Kematian benih sangat mudah terjadi karena Guppy sangat rentan pada
suhu air serta faktor lainnya.

 Ikan Nonong Mulut Mancung – Gurame Padang
Tidak hanya bisa dikonsumsi saja lho! ternyata ikan Gurame Padang atau Gurame
Merah juga diincar untuk dijadikan sebagai ikan hias. Karena dijadikan sebagai ikan
hias, maka harganya juga menjadi lebih mahal ketimbang gurame konsumsi.

Sesuai dengan namanya, ikan ini memiliki warna merah pada tubuhnya dan terdapat
di daerah Padang. Untuk membedakan ikan gurame merah Padang betina dan
jantan, Anda tinggal melihat penampilan fisiknya.

Ikan jantan memiliki ciri berupa kepala yang nonong dan mulut mancung.
Sedangkan Gurame Merah Padang Betina memiliki kepala dan mulut yang tidak
terlalu menonjol.

Demikian ulasan dari artikel ini mengenai jenis-jenis ikan air tawar yang paling di
gemari semoga bermanfaat.

Read More