Jenis Ikan Hias Air Tawar Paling Digemari

Ikan Tawar – Anda senang mengoleksi ikan hias di dalam kolam ataupun aquarium?
Jangan bilang Anda adalah pakar ikan hias jika tidak mengetahui 29 jenis ikan hias
berikut ini.

Sudah menjadi pengetahuan umum jika Indonesia adalah salah satu negara dengan
biodiversitas tertinggi. Tidak heran jika spesies ikan hias air tawar yang dimiliki
negara ini sangat banyak. Menurut data dari KKP, Indonesia memiliki lebih dari 400
jenis ikan hias air tawar dari 1.100 yang diperdagangkan di seantero penjuru dunia.

Jenis Ikan Hias Air Tawar
 Ikan Hias Air Tawar Terbesar – Ikan Araipama
Ikan Araipama adalah jenis ikan hias yang berasal dari daerah tropis Amerika
Selatan. Nama latin dari ikan ini adalah Araipama gigas. Nama lain dari ikan
Araipama adalah Pirarucu dan Paiche.
Ikan ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia. ukuran tubuhnya bisa
mencapai panjang 2,5 meter dengan berat lebih dari 100 kilogram. Araipama masih
satu keluarga dengan ikan Arwana yang cukup populer di kalangan pecinta ikan
wilayah Asia Tenggara.

Meski sangat eksotis, tapi keberadaannya terancam. Sebab, banyak kolektor ikan
yang memburunya secara ilegal. Di Amerika Selatan, ikan Araipama kerap
ditangkap dengan tujuan untuk diekspor ke luar negeri. Selain itu, masyarakat
lokalnya juga menjadikan ikan Araipama sebagai ikan konsumsi, sehingga jenis ikan
ikan sudah mulai sulit ditemukan di alam liar.

Pemerintah Negara Brazil pun turun tangan dengan mengeluarkan larangan
menangkap ikan Araipama. Pemancing hanya diperbolehkan menangkap ikan di
daerah terpencil khusus yang terletak di lembah Amazon. Penangkapan pun hanya
boleh dilakukan oleh masyarakat setempat untuk tujuan konsumsi.

 Ikan Hias Terpopuler di Asia – Ikan Arwana
Seorang pecinta ikan sudah pasti memiliki koleksi ikan Arwana di dalam
aquariumnya. Sehingga, menjadikan ikan Arwana sangat populer, terutama di
wilayah Asia khususnya Indonesia. daya tarik ikan Arwana terletak pada kecantikan
sisiknya.

Nama latin dari ikan Arwana adalah Scleopages sp. Kerap juga disebut dengan ikan
naga atau dragon fish, Saratoga, barramundi, kelesa, pla tapad, kayangan, siluk,
peyang, arwana, dan tangkelese. Ikan ini banyak diminati karena adanya mitos
bahwa memeliharanya di dalam rumah bisa mendatangkan keberuntungan serta
dapat melindungi rumah dari arwah yang mengganggu.

Baca juga nih Jual Ikan Koi 

Terlepas dari percaya atau tidaknya Anda terhadap mitos ini, sebenarnya, ikan
Arwana lebih banyak dipelihara karena unik dan memiliki ciri khas tersendiri. Yaitu,
terdapat dua buah sungut di bawah bibirnya. tahukah Anda jika sungut itu bukanlah
hiasan semata, akan tetapi memiliki fungsi sebagai sensor getar yang digunakan
oleh ikan Arwana untuk mengetahui posisi mangsa.

Bukan hanya itu, gerakan renang ikan yang meliuk-liuk indah serta sisik yang
gemerlap memantulkan cahaya membuatnya tampak elegan.

 Ikan Hias Keperakan – Bala Shark

Meskipun diberi nama Bala Shark tapi ikan ini tidaklah ganas, kok! Bukan juga
berasal dari tipe predator. Anda tetap bisa memeliharanya di dalam aquarium
dengan jenis ikan hias air tawar lainnya.

Ciri khas ikan Bala Shark adalah warna tubuhnya perak dengan garis hitam pada
bagian ekor, punggung, sirip, dan beberapa bagian tubuh lainnya. Ikan hias ini
memiliki mata yang besar yang berfungsi untuk mendapat makanan. Panjang dari
Bala Shark bisa mencapai 35 cm atau 14 inchi.

Habitat asli Bala Shark ada di sungai-sungai besar yang dalam. Ikan ini
mengonsumsi krustacea kecil, fitoplankton, rotifer, larva kecil, serangga, dan
sebagainya. tipe ikan yang satu ini mudah beradaptasi dengan keadaan air yang
berbeda-beda.

Akan tetapi, kondisi air yang paling ideal untuk keberlangsungan hidupnya adalah
yang memiliki pH 6 – 8 dengan suhu 22 – 28 derajat Celcius. Akan lebih baik jika
aquarium juga ditutup, sebab Bala Shark merupakan tipikal jumper terlebih jika ia
sedang merasa stress, merasa terancam bahaya, serta kelaparan.

Ikan Kecil Dan Senang Bergerombol – BarbirIkan Barbir berukuran kecil dan berasal
dari suku Cyprinidae. Ikan jenis ini umumnya dipelihara dalam aquarium dan sangat
suka bergerombol. Ikan Barbir memiliki dua tipe, yaitu:
Barbir (Puntius Conchinius)
Ukuran tubuh yang bisa dicapai oleh ikan Barbir adalah 7 cm. bentuk ikan jantan
lebih kecil dan ramping. Sedangkan ikan betina lebih besar dan gemuk. Varian dari
ikan Barber juga sangat beragam. Salah satunya ikan albino.

Ada juga ikan Barbir yang memiliki sirip panjang. Habitat aslinya ada di Afganistan,
India, Nepal dan Pakistan. Dan juga Bangladesh. Ikan Barbir lebih banyak hidup
pada air mengalir.

Checker Barb (Puntius Oligolepis)
Kemampuan tubuh Checker Barb untuk bertumbuh hanya terbatas pada ukuran
panjang 5 cm saja. di Sumatera, ikan ini dikenal dengan nama wader. Hidupnya
bergerombol dan mengkonsumsi hewan kikroskopis layaknya moluska, udang kecil,
dan aneka tumbuhan.

Gerak dari ikan ini cukup unik, yaitu dengan posisi kepala yang menghadap ke arah
bawah untuk mencari makanan. Ikan ini banyak ditemukan di Indonesia sebagai
salah satu ikan hias yang dijual dengan harga yang murah.

 Ikan Hias Predator Eksotis – Ikan Belida
Nama latin dari ikan predator yang eksotis ini adalah Notopetrus chitala H.B. ikan ini
mudah ditemukan di wilayah Indonesia dan juga sebagian negara-negara Asia
Tenggara lain. Ikan Belida biasa ditemukan pada anak sungai yang dekat rawa
seperti di Sumatera, Kalimantan, dan juga Jawa Barat.

Ikan Belida merupakan ikan karnivora. Meski biasa dijadikan sebagai ikan hias, tapi
juga bisa dikonsumsi. Rata-rata berat badan ikan belida adalah 1,5 hingga 7
kilogram. Nah, jadi bisa disimpulkan bahwa ikan Belida memiliki ukuran yang cukup
besar, sehingga butuh aquarium yang lapang serta memiliki pasokan oksigen yang
cukup besar.

Ukuran ideal pemeliharaan ikan Belida adalah sekitar 2 x 1,5 meter dengan
ketinggian air mencapai 45 cm. Temperatur airnya sendiri bisa diatur kurang lebih 20
hingga 30 derajat Celcius. Sebab ikan Belida lebih sering hidup di area sungai, maka
alangkah baiknya jika aquarium dibuat dengan sistem mengalir.

Sebaiknya Anda hindari memelihara ikan Belida dengan ikan lain yang berukuran
lebih kecil di dalam aquarium yang sama. Pakan ikan Belida diantaranya anakan
lele, anak udang dan ikan mas. Meski begitu, jangan berikan ikan lele lokal karena
memiliki patil yang tajam. Jika sudah beranjak dewasa, bisa diberikan pakan berupa
kodok.

 Ikan Hias Hijau Zaitun – Black Tetra
Meskipun memiliki nama Black Tetra, tapi tidak berarti seluruh tubuhnya berwarna
hitam. Warna hitam hanya terdapat pada dua sisi tubuhnya dengan bentuk garis-
garis dan berjumlah 3 buah di tiap sisinya.

Warna punggung dari ikan Black Tetra adalah hijau zaitun sedangkan perutnya
berwarna putih keperakan. Ikan Black Tetra mudah berkembang biak meskipun ada
di air yang tidak mengalir. Alat kelaminnya mulai berkembang dengan baik pada
ukuran 3,75 cm. sedangkan perkembangan tubuh yang paling optimal dari ikan ini
adalah 7,5 cm.

Meski potensi berkembang biak cukup tinggi, akan tetapi hasilnya kurang
memuaskan sebab induknya gemar memakan telur sendiri, untuk itu, Anda harus
cepat memisahkan induk begitu ia mulai bertelur.

Black Tetra adalah perenang yang aktif, serta memiliki karakter agresif. Ikan ini
seringkali mengganggu jenis ikan lain yang ukurannya lebih kecil. Akan lebih baik
jika Black tetra dipelihara pada aquarium yang berukuran besar. Sedangkan ikan
yang bisa dipelihara bersama adalah kan dengan ukuran yang seimbang.

 Ikan Bulu Ayam – Black Ghost
Ikan yang berasal dari Suriname dan Sungai Amazon ini memiliki nama latin
Apterontus albifrons. Ada banyak julukan untuk ikan Black Ghost. Diantaranya “Si
Bulu Ayam” karena bentuk tubuhnya sekilas mirip dengan bulu ayam. Selain itu, ikan
Black Ghost juga diberi julukan “Ikan Penari Balet” karena gerakan di dalam air yang
lentur dan lincah.

Nah, julukan terakhir untuknya adalah “Setan Hitam”, sebab warna tubuhnya hitam
kusam dengan bagian tubuh pangkal ekor yang dililit warna putih. Ikan ini cukup unik
karena kerap sembunyi pada tempat yang gelap di siang hari. ia mulai beraktivitas
justru pada malam hari.

Panjang tubuhnya dapat mencapai 47 cm. Meskipun memiliki nama setan hitam,
tetapi sejatinya ikan ini sangat jinak dan mudah bersahabat dengan ikan lainnya.

 Ikan Hias Air Tawar Langka – Botia
Ikan ini memiliki nama dagang Clown Loach dan bernama latin Chromobotia
macracanthus. Ikan Botia merupakan ikan yang asli dari perairan Indonesia, terlebih
dari sungai di Kalimantan dan Sumatera Selatan.

Ikan Botia digemari oleh kolektor ikan hias di seluruh dunia. ekspor ikan Botia tidak
pernah mengalami penyusutan dari tahun ke tahun. Namun, ikan Botia sulit

ditangkarkan dan kelestarian di alam dapat terancam. Sebab, penangkapan ikan
Botia yang dilakukan secara terus menerus.

 Ikan Jubah Cardinal – Cardinal Tetra
Disebut dengan ikan jubah cardinal karena memang memiliki warna mirip dengan
jubah seorang cardinal. Karakteristik garis biru yang mencolok serta garis merah
pada bawah sirip muka sampai ke ekor membuatnya sangat unik.

Ikan ini memiliki nama latin Paracheirodon Axelrodi yang berasal dari keluarga
Characin dari ordo Characiformes. Habitat aslinya ada di Sungai Orinoco atas serta
Sungai Rio Negro Amerika Selatan. Tubuh ikan ini bisa mencapai panjang sekitar 3
cm (1,25 inci). Ikan ini sangat populer di kalangan pecinta ikan hias.

Sepintas, penampilan dari ikan Cardinal Tetra mirip dengan Neon Tetra, bahkan
seorang awam akan sulit membedakan keduanya. Namun, jika Anda lebih teliti,
perbedaan keduanya akan terlihat jelas. Yaitu pada Neon Tetra, warna merahnya
berawal dari hidung hingga setengah sisi tubuhnya. Serta warna birunya tampak
kurang sempurna.

 Ikan Lele Cantik – Catfish
Jika mendengar tentang ikan lele, yang terbesit adalah ikan konsumsi yang cukup
lezat. Namun, tidak dengan yang satu ini, ikan red tail catfish ini tergolong sebagai
ikan lele hias yang digemari oleh banyak penghobi ikan hias. Ukuran dari ikan ini
bisa mencapai 1 meter ketika dewasa.

Bentuk tubuhnya memang mirip dengan ikan lele biasa. Namun, mempunyai warna
serta corak yang indah nan memanjakan mata.

 Ikan Hias Pemendar Warna Emas – Congo Tetra
Ikan Congo Tetra masuk pada family Characidae dengan nama ilmiah Micralestes
interruptus. Ikan yang satu ini mudah berkembang biak dan senang hidup
berkelompok. Anda bisa menerka asal ikan ini berdasarkan namanya. Ya betul, dari
Congo, Afrika.

Seperti ikan cupang dan guppy, Congo jantang memiliki harga yang lebih mahal
ketimbang sang betina. Sebab, ikan jantan memiliki sirip punggung yang memanjang
dan mirip dengan rumbai-rumbai. Bahkan, sirip tersebut bisa sampai ke ekornya.

Nah, jika Anda meletakkannya di bawah sinar lampu, maka ia akan memancarkan
sinar warna emas dan turquoise. Bukan hanya bentuk fisiknya saja yang cantik,
Congo Tetra dapat mencapai ukuran yang lebih besar ketimbang jenis ikan Tetra
lainnya.

Congo Tetra betina bisa mencapai panjang tubuh sampai 6 cm, dan yang jantan
sampai 8 cm. Temperatur yang paling ideal untuk hidup Tetra Congo adalah 25 – 27
derajat Celcius.

 Ikan Tikus Tukang Bersih-Bersih – Corydoras
Ikan yang memiliki nama latin Corydoras aenes ini berasal dari perairan Venezuela
dan Trinidad Amerika Selatan. Pada habitat aslinya, ikan ini hidup bergerombol serta
senang berenang pada dasar sungai dengan kelompoknya.

Jika dilihat secara fisik, ikan ini masih berkerabat dengan lele karena kumis dan
senjata patil tajam yang ada di bawah siripnya. Jika terganggu dan stress, ikan

Corydoras akan mengeluarkan patil demi melukai lawan. Warna ikan ini sangat
menarik, yakni totol-totol hitam dengan dasar putih.

Sisi kumis dan siripnya berwarna kekuningan. Ikan ini akan terlihat lebih menarik jika
diletakkan dalam aquarium. Nah, ikan hias ini juga disebut dengan tukang bersih-
bersih. sebab ikan Corydoras akan mencari bekas makanan pada dasar air dengan
mengoreknya. Usia ikan ini cukup panjang yaitu bisa mencapai 15 tahun. Meski
begitu, ukurannya hanya bisa mencapai 10 cm.

 Ikan Petarung yang Mempesona – Ikan Cupang
Ikan hias air tawar yang satu ini cukup mudah ditemukan di Indonesia. Bahkan,
banyak dijual bebas dan dijajakan keliling oleh penjual ikan hias. Ikan yang memiliki
nama latin Betta sp ini memiliki sifat petarung dan agresif. Ia senang menyerang
untuk menjaga wilayahnya.

Habitat ikan cupang asli ada di wilayah Asia Tenggara seperti Thailand, Indonesia,
Vietnam, Brunei, Kamboja dan Malaysia. Ia mudah ditemukan pada rawa-rawa,
sawah, lubuk, serta selokan yang menggenang. Di dalam klasifikasi ilmiah, ikan ini
masuk pada keluarga Osphronemidae, dengan spesies Betta sp.

Dalam Fish Identification hingga saat ini, sudah ditemukan 73 spesies ikan cupang
yang ada di alam liar. Ikan cupang memiliki daya tarik berupa warna tubuh yang
cantik, bentuk sirip indah, serta gerakannya yang tenang nan mempesona. Ikan
cupang terdiri dari 3 kelompok, yaitu cupang aduan, cupang hias, serta cupang liar.

Ikan cupang asli Indonesia adalah Betta channoides yang asalnya dari Pampang,
Kalimantan Timur. Ikan cupang merupakan ikan yang mudah untuk dibudidayakan.

Tidak dibutuhkan tempat yang terlalu luas dan modal besar untuk membudidayakan
cupang. Bahkan, ikan cupang bisa dikerjakan sebagai usaha rumahan.

Keistimewaan dari ikan cupang ada pada daya tahan tubuhnya. Ikan ini bisa hidup
bahkan pada air yang minim oksigen. Anda tetap bisa memeliharanya pada toples
kecil meski tidak menggunakan aerator. Hal ini disebabkan karena cupang memiliki
rongga labirin layaknya paru-paru manusia. Sehingga, labirin tersebut bisa membuat
cupang bertahan dalam lingkungan yang miskin oksigen sekalipun.

 Ikan Hias Tropis yang Suka Bersembunyi – Ikan Discus
Aquarist saat ini berlomba-lomba mengoleksi ikan Discus. Bahkan, banyak usaha
pembudidaya ikan yang melakukan mutasi genetika untuk menghasilkan varietas
baru. Nah, habitat aslinya sendiri ada di wilayah Sungai Amazon. Ikan ini juga
masuk dalam spesies ikan tropis Cichlid.

Spesies Cichlid biasanya tumbuh dengan optimal di Afrika. Namun, tidak dengan
Discus, sebab ia tinggal di daerah Peru, Brasil, serta Venezuela. Ikan ini senang
dengan habitat sungai yang memiliki arus tenang dan tidak terlalu deras. Cara
Diskus untuk mempertahankan hidup adalah dengan berada pada ranting-ranting
untuk menghindari ikan predator yang lebih besar.

Meskipun saat ini sudah terbentuk banyak pola ikan yang baru, tetapi kurang pas
untuk dibudidayakan untuk pemula. Sebab, diperlukan perawatan ekstra dana
ketimbang ikan hias lain.

 Perenang Dasar Air – Ikan Flying Fox

Flying Fox atau Epalzeorhynchos kalopterus merupakan ikan hias air tawar yang
cukup banyak disenangi para pecinta ikan hias. Ikan Flying Fox berasal dari family
Cyprindae serta tersebar di Asia Tenggara, terutama Indonesia (ada di Jawa,
Sumatera serta Kalimantan, Thailand dan Semenanjung Malaysia.

Ikan Flying Fox ditemukan bebas pada Pulau Kalimantan yaitu pada wilayah dekat
Banjarmasin. Pun, di Sungai Barito dan Kahajan (Kalsel), ada juga di Kapuas
(Kalbar). Sedangkan di Sumatera, ada di Sungai Indragiri, Musi, dan Batanghari.

Ikan ini hidup sebagai perenang pada dasar perairan yang memiliki arus deras. Ia
lebih senang ada di dasaran pasir dan bebatuan. Ikan Flying Fox bisa ditemukan
pada area yang tergenang air pada hutan rimba di musim hujan. Ciri-ciri ikan ini
adalah memiliki tubuh yang memanjang serta sisi perut datar.

Punggung ikan ini memiliki warna hijau tua dan coklat. Sedangkan pada bagian
perutnya berwarna putih kekuningan. Terdapat garis hitam kecoklatan yang
membujur dari mulut, sampai pangkal ekornya. Matanya memiliki iris berwarna
kemerahan. Sedangkan semua siripnya memiliki bayangan warna hitam dengan tepi
putih serta transparan.

Jika dipelihara dalam aquarium, ikan ini hanya bisa mencapai panjang 11 cm. ikan
yang berjenis kelamin betina memiliki badan yang lebih besar ketimbang ikan jantan.
Akan tetapi, sulit dibedakan jika ikan masih muda. Makanan ikan Flying Fox adalah
alga hijau. Jadi, cocok untuk mengurangi populasi alga yang ada di aquarium.

Sifat Flying Fox adalah omnivore dengan makanan utamanya adalah crustcea kecil,
alga, serta serangga kecil lainnya. Ikan ini juga bisa diberi makan pelet dan sayuran

berupa mentimun, selada, dan juga bayam. Untuk meningkatkan warnanya agar
terlihat lebih menarik, Anda bisa memberikannya pakan hidup yang memiliki ukuran
kecil maupun pakan beku layaknya daphnia, bloodworm, artemia, dan palet
berbahan sayur.

 Ikan Hias Transparan Layaknya Kaca – Glassfin
Ikan Glassfin adalah salah satu dari jenis ikan Tetra. Ikan ini mempunyai panjang
tubuh antara 2 hingga 3,5 cm. daya tarik dari ikan ini adalah badan yang transparan
layaknya kaca. Jadi, Anda bisa melihat isi perutnya dengan jelas.

Ekor ikan Glassfin berwarna merah. Cara hidupnya adalah dengan berkelompok.
Jadi, aquarium Anda akan tampak lebih cantik dan menarik jika diisi dengan ikan
Glassfin dalam jumlah yang banyak.

 Si Mungil yang Cantik – Guppy
Karena bentuk dan warnanya yang indah, ikan ini sangat disukai oleh para aquarist.
Ikan Guppy ditemukan pertama kali di Venezuela pada tahun 1859. Selain itu,
Guppy juga ditemukan di Guyana dan Kepulauan Karibia.

Nama latin ikan Guppy adalah Poecilia reticulate. Ia masuk pada ordo Cy
rinododontiformes dengan family Poeciliidae. Meskipun memiliki warna yang
menarik dan bentuk tubuh aduhai, ikan ini memiliki ukuran yang lebih kecil
ketimbang ikan hias lainnya.

Panjang pejantan bisa mencapai 2 – 3 cm. lain halnya dengan Guppy betina yang
bisa mencapai panjang 4-6 cm. warna ikan yang biasa muncul adalah kebiruan,

kekuningan, merah, silver, serta kombinasi lainnya. Ikan ini dapat berkembang biak
dalam periode 21-20 hari serta tergantung akan suhu airnya.

Setiap indukan bisa menghasilkan 80-100 ekor anakan ikan dalam setiap
periodenya. Kematian benih sangat mudah terjadi karena Guppy sangat rentan pada
suhu air serta faktor lainnya.

 Ikan Nonong Mulut Mancung – Gurame Padang
Tidak hanya bisa dikonsumsi saja lho! ternyata ikan Gurame Padang atau Gurame
Merah juga diincar untuk dijadikan sebagai ikan hias. Karena dijadikan sebagai ikan
hias, maka harganya juga menjadi lebih mahal ketimbang gurame konsumsi.

Sesuai dengan namanya, ikan ini memiliki warna merah pada tubuhnya dan terdapat
di daerah Padang. Untuk membedakan ikan gurame merah Padang betina dan
jantan, Anda tinggal melihat penampilan fisiknya.

Ikan jantan memiliki ciri berupa kepala yang nonong dan mulut mancung.
Sedangkan Gurame Merah Padang Betina memiliki kepala dan mulut yang tidak
terlalu menonjol.

Demikian ulasan dari artikel ini mengenai jenis-jenis ikan air tawar yang paling di
gemari semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *