Keren nih Dari Jahit Baju Sendiri hingga Terima Orderan

12 Oktober 2016 merupakan hari bersejarah bagi ibu-ibu Desa Turus Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri. Bagimana tidak, Rukoyah istri dari Kepala Desa Turus ini mulai memanfaatkan bangunan tua milik orang tuanya untuk kegiatan jahit menjahit. Menjelang tahun kedua ini, kelompok jahit yang diberi nama UKM Sejahtera  semakin berkembang didukung adanya bantuan dana dari pemerintah daerah melalui pengadaan mesin jahit.

“Kelompok jahit ini dibentuk untuk semakin berkarya dan produktif terutama bagi ibu-ibu rumah tangga,” ungkap Sugarman. Ia juga menjelaskan berdirinya kelompok jahit ini tidak lepas dari peran istrinya selaku ketua PKK di desanya, Rukoyah. Kelompok jahit yang diikuti oleh ibu-ibu usia produktif ini rutin menjalani aktifitas jahit menjahit setiap harinya kecuali hari Minggu dan hari libur. “Awalnya dari keikutsertaan ibu-ibu ikut pelatihan jahit 2016 dan 2017,lalu sering kumpul akhirnya bikin kelompok jahit,” kata Sugarman.

Simak juga nih Jenis Ikan Hias Air Tawar

Diawali dari hal yang tidak bisa, lalu mengikuti pelatihan hingga muncul minat serta sering bertemu untuk menjahit secara bersamaan merupakan awal dari kelompok UKM Sejahtera ini mulai menerima order dalam jumlah kecil. “Kami sejauh ini mampu menyelesaikan jahitan seragam sekolah, seragam PKK, baju, gamis hingga sprei mbak,” kata Rukoyah. Ia juga menjelaskan bila ibu-ibu didesa yang dipimpin oleh suaminya ini memiliki semangat yang tinggi untuk menghasilkan karya. Hal serupa juga diungkapkan oleh Sunarti, 55, warga asal desa Turus. “Saya walaupun sudah 55 tahun masih bisa lihat lubang jarum,” terangnya sambil menjahit kain.

Disisi lain Mujiani,37, selaku peserta UKM Sejahtera juga mengungkapkan. “Biar nggak nganggur, biar ikut pelatihannya tidak sia-sia sampe sekarang,” terangnya sambil tersenyum. Pemasaran produk jahitan mereka dijual melalui titip ke toko baju, serta dari mulut ke mulut. “Kita titipkan mbak, atau diiderkan (diputarkan) gitu.Terus dari mulut ke mulut ibu-ibu,” tambahnya sambil memasang kancing.

Mulai berjalannya usaha jahit oleh ibu-ibu Desa Turus ini bukan berarti tidak menjumpai halangan. “Kita sering terbentur dana mbak, jadi setelah dagangan laku ya kita belikan kain yang baru lagi untuk model baru,” pungkas Mujiani. (c2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *