Kubah Masjid Agung Baitul Huda

Masjid Agung Baitul Huda adalah salah satu bangunan masjid agung yang mempunyai Kubah Masjid yang berukuran sangat besar,yang mana masjid ini berada di Kabupaten Mukomuko, provinsi Bengkulu. Yang mana masjid agung ini berada tepat di sebelah barat daya kantor Bupati Mukomuko yang ada di kelurahan Bandar Ratu, kecamatan Kota Mukomuko, kabupaten Mukomuko.

Pembangunan masjid agung ini menyusul juga dengan dibangunnya kompleks perkantoran milik pemerintahan kabupaten Mukomuko di Bandar Ratu seiring dengan terbentuknya kabupaten Mukomuko sebagai daerah otonomi baru hasil pemekaran dari kabupaten Bengkulu Utara.

Kabupaten Mukomuko ini dibentuk secara resmi berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 yang mana telah dalam undang-undang tersebut telah menetapkan sebuah pembentukan kabupaten yang ada di Mukomuko,dan secara resmi terpisah dari kabupaten Bengkulu Utara.

Kubah Masjid Agung Baitul Huda

Pembentukan kabupaten ini bersamaan juga dengan terbentuknya kabupaten baru hasil pemekaran yakni Seluma dan Kabupaten Kaur yang sama-sama terpisah dari Kabupaten Bengkulu Selatan. Kabupaten Mukomuko ini merupakan salah satu wilayah yang berada di kabupaten paling utara di provinsi Bengkulu berbatasan langsung dengan provinsi Sumatera Barat. Pada sisi sebelah barat kabupaten ini menghadap langsung ke Samudera Hindia.

Kota Mukomuko sebagai ibukota kabupaten Mukomuko sejatinya merupakan kota pesisir pantai Samudera Hindia, Masjid Agung dan komplek perkantoran Pemkab Mukomuko pun dalam radius setidaknya sekitar 1,5km dari arah bibir pantai kota mukomuko, demikian juga dengan Bandara Mukomuko yang mana juga dalam radius jarak yang sama. Yang menjadi daya Tarik dari masjid ini bahwa di seluruh kota Mukomuko ini termasuk kawasan bandaranya terhalang oleh aliran sungai yang cukup besar terhadap garis pantainya, mengingat aliran sungai tersebut sejajar dengan garis pantai.

Kabupaten Mukomuko merupakan salah satu daerah tujuan transmigrasi sejak tahun 1967 dimasa pemerintahan presiden Soeharto, program transmigrasi ke Mukomuko terakhir dilaksanakan tahun 2004. Adanya program tersebut juga turut memacu perkembangan ekonomi secara signifikan terhadap kota Mukomuko, meski kini secara demografis rasio penduduk asli Mukomuko justru sudah kalah jumlah dengan penduduk pendatang dari pulau Jawa.

Pembangunan Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko

Masjid Agung Baitul Huda yang ada di Mukomuko ini pertama kali dibangun diatas lahan yang dahulunya bekas perkebunan kelapa sawit, dari citra google map (diakses 6 Agustus 2019) yang mana masih terlihat jelas jejeran pohon kelapa sawit di lahan ini Masjid Agung yang masih belum dibangun. Begitupun dengan citra google street view yang mana kala itu diambil pada bulan September tahun 2015 yang masih menunjukkan bahwa lahan yang berada di sisi tenggara ruas jalan Imam Bonjol tersebut masih berupa lahan kebun kelapa sawit yang begitu subur.

Kubah Masjid Agung Baitul Huda

Masjid Agung Baitul Huda ini mulai dibangun pada tanggal 7 Mei 2018 dan direncanakan selesai pada tanggal 31 Desember 2018. Proyek pembangunan masjid ini juga dilaksanakan oleh PT. Bhakti Muda Mandiri, yang mana PT tersebut di andalkan sebagai penyedia barang dan juga jasa pemerintah. Peresmian masjid ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 19 Februari 2019 oleh bupati MukoMuko, Choirul Huda, yang mana dengan tanggal tersebut juga di bertepatan dengan hari jadi kabupaten Mukomuko yang ke 16.

Peresmian Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko ini juga ditandai dengan adanya penandatangan sebuah prasasti oleh Bupati Mukomuko dan juga didampingi oleh Wakil bupati, serta Pimpinan DPRD Kabupaten Mukomuko, Sekda dan unsur pimpinan FKPD, serta kedatangan tamu kehormatan Ustadz Drs. H. Wijayanto, S.sos., M.A. Selain meresmikan bangunan Masjid Agung, Pemkab Mukomuko juga secara terbuka mengumumkan bahwa nama Masjid Agung Mukomuko dengan nama Masjid Agung Baitul Huda. Acara peresmian tersebut dilanjutkan juga dengan serangkaian acara bertema tabligh akbar yang dihadiri juga oleh Ustadz Wijayanto.

Aktivitas Masjid Agung Baitul Huda

Untuk memakmurkan banguna  masjid kebanggaan masyarakat kabupaten Mukomuko ini,maka Pemkab Mukomuko telah memberlakukan shalat Zuhur berjamaah bagi para Pegawai yang ada di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mukomuko setiap hari kerja.

Di masjid ini juga kerap sekali diselenggarakan beberapa acara bertajuk agama islam seperti pengajian rutin yang dilakukan setiap malam jum’at yang mana diikuti juga oleh pagawai yang kerja di lingkungan pemkab Mukomuko dan juga berbagai elemen masyarakat umum, terutama masyarakat yang tinggal disekitar masjid.

Masjid Agung ini juga menjadi salah satu pusat utama dalam  kegiatan ke-Islaman yang ada di kabupaten Mukomuko termasuk juga beragam acara pelaksanaan peringatan hari besar Islam, manasik haji dan lain sebagainya. Pengelolaan masjid ini sampai saat ini masih di bawah kendali dari pihak kantor kementerian Agama Islam Kabupaten Mukomuko. Masjid Agung Baitul Huda ini nantinya juga akan disiapkan untuk pelaksanaan kegiatan MTQ Tingkat Provinsi Bengkulu Ke-XXXIV tahun 2019 yang mana dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 7 hingga 12 Oktober 2019. Pemkab setempat saat ini juga sedang mempercepat pembangunan landscaping yang berada di kawasan di sekitar masjid untuk menyambut acara tingkat provinsi Bengkulu tersebut.

Arsitektur Bangunan Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko

Masjid Agung Baitul Huda Mukomuko ini dibangun dalam rancangan masjid bergaya modern dengan denah dasar segi empat simetris, dilengkapi juga dengan beranda di masing masing tiga sisi di setiap bangunan kecuali pada bagian sisi kiblat yang mana dibangun ruang mihrab.

Masing masing pada  sisi masjid ini juga dilengkapi dengan delapan buah pilar yang mana pilar tersebut juga secara lurus dapat dihubungkan langsung dengan lengkungan pilar besi yang bercorak khas dari Andalusia. Bagian atap masjid seluruhnya juga menggunakan atap cor dan pada bagian tengah atapnya juga ditempatkan satu kubah besar.

Eksterior pada banguna masjid Baitul Huda ini juga menggunakan warna dasar abu abu gelap yang mana warna tersebut dipadukan juga dengan warna coklat muda dan warna putih. Untuk bagian kubah besarnya dominan sekali berwarna kuning emas dengan sedikit aksen berwarna hijau tua.

Lalu pada bagian puncak kubah masjid juga dihiasi dengan lafazd Allah. Masjid ini juga dilengkapi dengan empat menara berwarna putih dibangun di kempat penjuru atap masjid. Bagian pada puncak masing masing menara juga ditempatkan sebuah kubah berukuran kecil,dengan warna yang senada dengan kubah utama masjid.

Ruang utama yang difungsikan untuk shalat juga dibangun dengan sangat luas yang mana di sinyalir mampu menampung hingga seribu lebih Jamaah. Interior pada bangunan masjid ini juga dihiasi dengan berbagai macam ornamen yang terbuat dari bahan gypsum serta lapisan baja ringan.

Mayoritas ruang  yang ada dalam masjid ini juga menggunakan warna dasar putih dengan perpaduan warna abu abu gelap yang menyelimuti pada bagian pilar pilarnya. Untuk area di sekitar mihrab juga dihiasi dengan bahan gypsum yang dominan mempunyai warna coklat.

Sedangkan pada bagian dalam kubah dihiasi juga dengan sebuah ornamen lukis bermotif floral yang mana motif tersebut begitu senada dengan satu lampu gantung berwarna ke-emasan yang ada di ruang utama Masjid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *