Pembangunan Balai Desa

Dalam mengambil kebijakan, kepala desa tidak bisa lepas dari usulan dari masyarakat. Sehingga dibutuhkannya ruang pertemuan yang dapat membantu menfasilitasi kegiatan musyawarah untuk interaksi antara kepala desa serta warganya.

Desa Turus Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri ini sebelumnya sudah memiliki Balai desa, hanya saja dari segi ukuran memiliki perbedaan. “Ini dulu kecil, sekarang dibuat besar biar sekalian bisa untuk olahraga warga dan perangkat desa mbak,” kata Bagus sambil tersenyum. Ia juga menjelaskan bila balai desa sebelumnya berdiri bersamaan dengan bangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes). “Balai desa ini  direhab selama dua periode, pertama pada Juli 2016 hingga direhab kembali pada Juli 2017 dengan menggunakan Alokasi Dana Desa  (ADD),” tambahnya.

Simak nih yang Pengen tau Jenis Ikan Hias Air Tawar

Pembangunan balai desa yang baru selesai November lalu ini merupakan hasil dari rembuk warga. “Kami rembukan tingkat dusun dulu, lalu diangkat ke musyawarah perencanaan dan pengembangan desa berdasarkan skala prioritas ternyata hasilnya balai desa,” ungkap Bagus Jatmiko selaku Tim Pengelola Kegiatan (TPK). Ia juga menjelaskan adanya pembangunan balai desa ini tidak hanya untuk pertemuan saja, melainkan untuk sarana olahraga bulu tangkis hingga senam ibu-ibu tiap mingggunya.

Hal lain diungkapkan Sugarman selaku kepala desa. “Dari balai desa kecil, lalu tambahan sarana olahraga hingga penambahan fasilitas kamar mandi dalam dari bantuan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” terang orang nomor satu di Desa Turus ini. Tidak hanya itu saja, ia juga menjelaskan bila balai desa  yang direnovasi tersebut pernah digunakan warga Desa Turus untuk kegiatan hajatan keluarga dan tanpa dipungut biaya sewa. (c2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *